Rabu, 11 Desember 2019 | 18:26 WIB
Sektor Jasa dan Keuangan Masih Terjaga
Kamis, 31 Desember 2015 | 14:22 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Sepanjang 2015, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, stabilitas dan ketahanan sektor jasa keuangan (SJK) masih terjaga dan memadai. Meskipun pasar keuangan domestik, sempat diwarnai gejolak yang dipicu oleh faktor eksternal seperti kenaikan 'Fed Funds Rote', perlambatan ekonomi dunia, dan pelemahan harga komoditas.

"Sepanjang tahun 2015, OJK sudah semakin menunjukan eksistensi dan juga peranannya dalam memajukan roda perekonomian negara," kata Kepala Kantor OJK Solo Triyoga Laksito kepada wartawan di Solo, Kamis (31/12).

Ia mengatakan, pencapaian yang baikini diraih dari seluruh satuan kerja, baik dari perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank.

Selain itu, untuk memperkuat fungsi edukasi dan perlindungan konsumen, OJK telah melakukan beberapa inisiatif untuk mendukung program pemerintah.

Dia mengatakan, program tersebut di antaranya Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam rangka Keuangan Inklusif), yang telah didukung oleh 24.865 agen yang berhasil menjaring 1.094.362 nasabah, serta dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp41,3 miliar.

Program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guidelines), di mana bank berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp4,41 triliun. Sedangkan perusahaan pembiayaan (lembaga keuangan non bank), telah memberikan pembiayaan pada program Jaring sebesar Rp252 miliar.

Triyoga mengatakan, untuk tabungan SIMPEL (Simpanan Pelajar) yang melibatkan 29 bank, dan 1.544 sekolah, dan jumlah rekening dari program ini, telah mencapai 382.421 dengan total dana Rp32,8 miliar.

Ketahanan industri perbankan cukup baik. Risiko likuiditas, kredit dan pasar LIK masih terjaga, karena ditopang oleh permodalan yang cukup tinggi.

Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan per Oktober 2015, sebesar 21,35 persen. Jauh di atas ketentuan minimum delapan persen.

Ia mengatakan, sedangkan pada industri keuangan non bank, 'Risk-based Capital" (RBC) industri asuransi juga terjaga pada level yang tinggi, yakni 528,7 persen untuk asuransi jiwa dan 270,1 persen untuk asuransi umum.

Pada perusahaan pembiayaan gearing ratio per November 2015 sebesar 3,19 kali, jauh dari ketentuan maksimum 10 kali dan menyediakan ruang untuk pertumbuhan.

Menyinggung tahun 2016, OJK optimistis, bahwa perkembangan SJK nasional akan menunjukkan perkembangan positif.

Beberapa faktor risiko, memang masih akan mewarnai pasar keuangan domestik. Karena itu OJK akan terus memantau pergerakan pasar, serta mempersiapkan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan.

Seiring membaiknya proyeksi pertumbuhan domestik pada tahun 2016, kegiatan intermediasi LIK (kredit perbankan dan piutang pembiayaan) akan menunjukkan arah perbaikan, kata Triyoga. (ant/tat)