Kamis, 13 Desember 2018 | 06:24 WIB
Pemerintah optimistis Penyaluran KUR 2018 Capai Rp120 Triliun
Kamis, 6 Desember 2018 | 21:35 WIB
Darmin Nasution - [ist]

Skalanews - Pemerintah menyatakan optimistis penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada tahun ini mencapai Rp120 triliun.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah, Kamis (6/12), mengatakan selama Januari hingga Oktober 2018 penyaluran KUR mencapai Rp113 triliun dan permintaannya terus meningkat semenjak suku bunga ditetapkan sebesar 7 persen.

"Kami yakin hingga akhir tahun ini (penyaluran) KUR akan mencapai Rp120 triliun dan tahun depan diperkirakan meningkat menjadi Rp140 triliun," ujar Darmin saat peluncuran KUR Khusus untuk Peternakan Rakyat dan BUMN Hadir Untuk Negeri di Desa Kebon Agung Kecamatan Sidoharjo Wonogiri.

Dalam acara yang juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tersebut, saat ini program KUR yang ditawarkan semakin banyak dibandingkan pada saat pertama kali diluncurkan pada 2007. Pada awalnya KUR sektor pertanian hanya untuk tanaman pangan dan hortikultura namun saat ini diperluas untuk peternakan dan perkebunan.

Selain itu, lanjutnya, suku bunga sejak 2015 hingga kini mengalami penurunan dari 12 persen menjadi 9 persen dan sejak 1 Januari 2018 kembali diturunkan menjadi 7 persen.

Pada kesempatan itu, Darmin mengungkapkan besar KUR untuk sektor produksi ke depan akan diperbesar di mana pada saat ini hanya sebesar 40 persen dari pagu penyaluran nantinya menjadi 50 persen bahkan hingga 60 persen, sedangkan selebihnya untuk sektor perdagangan.

Sementara itu pada kesempatan itu KUR Khusus untuk Peternakan Rakyat yang disalurkan bagi peternak di Jawa Tengah sebesar Rp8,9 miliar diberikan kepada 69 anggota kelompok peternakan rakyat.

Bank yang ditunjuk untuk menyalurkan KUR khusus peternakan rakyat tersebut yakni Bank BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Jateng dengan offtaker PT Widodo Makmur Perkasa dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pengayom Tani Sejagat.

Terkait keluhan masyarakat mengenai masih sulitnya mereka mengakses KUR, Menteri meminta perbankan untuk mempermudah warga dalam memperoleh kredit usaha tersebut.

"Kepada bank kami minta agar tidak mencari-cari alasan agar petani tidak mendapatkan KUR. Jangan karena tidak punya KTP jadi alasan tidak mendapatkan KUR, bantu mereka dapat KTP," katanya.

Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, perlunya akses permodalan dan pendampingan untuk petani maupun peternak rakyat.

Menurut dia, sebanyak 8 wilayah di Jateng, salah satunya Wonogiri, siap dikembangkan sebagai sentra peternakan sapi yang nantinya akan dilakukan kerja sama pelatihan untuk peternak sapi dengan Australia.

"Wonogiri ini nanti akan dijadikan salah satu sentra dan model peternakan sapi di Indoensia. Untuk pasar tidak perlu kuatir karena Jakarta siap menampung berapapun hasilnya," ujar mantan anggota DPR RI itu. (bus/ant)