Rabu, 21 Agustus 2019 | 14:15 WIB
BI Edukasi Pejabat Payakumbuh Soal Transaksi Non Tunai
Sabtu, 9 Februari 2019 | 11:19 WIB
Bank Indonesia -

Skalanews - Bank Indonesia (BI) memberikan pencerahan dan pengetahuan kepada kepala dinas dan bendahara setiap OPD pemko Payakumbuh soal Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan Transaksi Non Tunai di Aula Lantai 3 Gedung Balaikota Payakumbuh Eks Poliko, Jumat (8/2).

"Pemko Payakumbuh menggelar diskusi tentang Implementasi Transaksi Non Tunai," kata Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz.

Ia mengatakan diskusi ini memang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas SDM para ASN yang bergelut di keuangan dalam transaksi tunai.

"Agar pejabat pemko mampu mengoperasikan beberapa aplikasi yang digunakan oleh Pemko Payakumbuh maupun dari Bank Indonesia untuk pengelolaan keuangan," kata dia.

Wawako mengatakan sejak 1 Januari 2018, pemko Payakumbuh sudah menerapkan transaksi non tunai baik itu untuk pembayaran SPPD, Honor PNS, ATK dan Gaji.

"Jika memakai aplikasi ini, akan terlihat lalu lintas keuangan. Ini membuktikan kami di Pemko Payakumbuh sangat transparan dalam hal ini, ungkapnya.

Transaksi non tunai ini termasuk pembayaran transaksi pengadaan barang dan pembangunan kepada pihak ketiga Sementara itu Kepala Divisi System Pembayaran Pengelolaan Rupiah, Logisik dan Administrasi Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat Rihando menuturkan transaksi non tunai untuk mencegah uang hilang, kesalahan hitung dan uang palsu.

"Berbagai manfaat ada dalam transaksi non tunai seperti dana yang mengalir dalam setiap transaksi dapat ditelusuri sehingga lebih akuntabel dan administrasi pengelolaan kas menjadi tertib," ujarnya.

Selain itu bendahara tidak harus memegang uang tunai dengan berbagai risiko kehilangan, kesalahan hitung dan sebagainya.

"Ditambah lagi seluruh transaksi didukung dengan bukti yang sah, pengendalian internal pengelolaan kas meningkat, efektifitas dalam transaksi pembayaran dan penerimaaan," jelasnya.

Kemudian laporan keuangan daerah dapat tersaji tepat waktu, belanja daerah lebih efisien dan penerimaan daerah dapat lebih tergali secara optimal sehingga PAD meningkat.

GPN adalah sistem transaksi pembayaran yang mengkoneksikan berbagai bank, sehingga kartu ATM dan/ atau kartu debet suatu bank dapat digunakan di ATM/ EDC/ Instrumen Bank lain.

"Sasaran GPN menciptakan ekonomi sistem pembayaran yang saling interkoneksi, interoperabilitas dan mampu melaksanakan pemrosesan transaksi yang mencakup otorisasi, kliring dan setlement secara domestik, jelasnya.

Manfaat GPN adalah memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dalam bertransaksi dari bank manapun dengan menggunakan instrument dank anal pembayaran apapun (any bank, any instrument and any channel). [antara/bus]