Selasa, 19 Februari 2019 | 05:43 WIB
Selasa Sore Rupiah Melemah jadi Rp14.068
Selasa, 12 Februari 2019 | 18:22 WIB
-

Skalanews - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (12/2) sore melemah 34 poin menjadi Rp14.068 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.034 per dolar seiring ketidakjelasan proses negosiasi dagang Amerika Serikat dan China.

"Pelemahan rupiah karena kekhawatiran batalnya kesepakatan dagang AS-China. Negosiasi Brexit juga berdampak. Brexit dan trade wars masih tidak ada kejelasan," kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta.

Delegasi AS sendiri pada Senin (11/2) kemarin tiba di China untuk melakukan perundingan dagang lanjutan. Kedua negara bermaksud dapat mencapai kesepakatan dagang mengingat tenggat waktu berakhirnya "gencatan senjata" sudah semakin dekat yakni 1 Maret 2019 mendatang. Namun, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping kemungkinan besar dilakukan setelah 1 Maret 2019, yaitu tenggat waktu pelaksanaan tarif terhadap seluruh barang impor dari China, memberikan kekhawatiran terhadap pasar.

Bila kedua negara gagal menemukan kata sepakat, AS akan menaikkan bea impor terhadap berbagai produk China dari 10 persen menjadi 25 persen.

Selain itu, lanjut Rully, para pelaku pasar juga masih menunggu rilis data neraca perdagangan yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir pekan ini.

"Market masih "wait and see" terhadap rilis trade balace Jumat ini," ujar Rully.

Ia memprediksi, hingga akhir pekan, rupiah cenderung akan melemah terbatas di kisaran Rp13.980 per dolar AS hingga Rp14.135 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah sendiri pada pagi hari dibuka melemah Rp14.080 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.040 per dolar AS hingga Rp14.098 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.088 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.9925 per dolar AS.(ant/dbs)