Kamis, 14 November 2019 | 19:29 WIB
Pertamina dan BNN Gelar Penyuluhan Narkoba di Siswa SMP
Jumat, 12 Agustus 2016 | 23:22 WIB
Siswi SMPN 2 Jakarta menjalani tes urine - [risman afrianda/skalanews]

Skalanews - PT Pertamina (Persero) mengadakan screening dan penyuluhan tentang bahaya narkoba di SMP Negeri 77 Jakarta dan SMP Negeri 2 Jakarta.

Program corporate social responsibility (CSR) atau program kepedulian sosial ini dilaksanakan oleh Pertamina Bina Medika (Pertamedika) dan Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ), yang merupakan anak usaha PT Pertamina, yang bekerjasama dengan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pihak BNN, bertugas memberikan penyuluhan karena dianggap lebih memahami seluk-beluk bahaya narkoba yang sudah menjadi ancaman utama di Indonesia. Sementara Pertamedika dan RSPJ, melakukan tes urine terhadap siswa di kedua sekolah tersebut.

Ditemui di lokasi penyuluhan, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Jakarta, Karyadi mengaku sangat berterima kasih karena pihak Pertamedika, RSPJ, dan BNN telah memilih sekolah yang terletak di Jalan Mardani Raya, Johar Baru, Jakarta Pusat ini sebagai tempat penyuluhan.

"Kami merasa senang dengan adanya program ini, dan kami merasa mendapat kehormatan. Kami berikan apresiasi yang luar biasa kepada Pertamina. Kami pun mengharapkan jangan hanya sampai di sini, kalau bisa berkesinambungan," kata Karyadi di Jakarta, Jumat (12/8).

Dia mengakui, bahwa lingkungan di sekitar SMP Negeri 2 Jakarta memang masih rawan akan terjadinya penyalahgunaan narkoba. Namun patut disyukuri, bahaya tersebut hingga saat ini belum pernah sampai masuk ke sekolah, atau meracuni siswa mereka.

"Di lingkungan sekitar sekolah kami memang masih ada. Di luar ya, bukan di dalam sekolah. Kalau kami Inshaa Allah tidak akan pernah ada. Luar biasa ancamannya di luar. Makanya tadi kami katakan, kami merasa terbantu dengan CSR ini," ujarnya.

Sementara itu Wakil Direktur Klinik RSPJ, dr.Rudy Harmanda mengingatkan bahwa pada dasarnya bahaya narkoba itu bisa dibagi menjadi tiga bagian besar. Pertama menyebabkan gangguan fisik, kemudian gangguan emosional, dan gangguan di kehidupan sosial.

"Gangguan fisik itu bisa terlihat, mulai dari mata, ke hati, ke ginjal, dan adik-adik mungkin pernah dengar penderita HIV/AIDS. Dan yang paling berat itu menyebabkan kematian," ucap Rudy saat memberi sambutan di SMP Negeri 77 Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kemudian untuk gangguan emosional, lanjut Rudy, siswa pengguna narkoba akan menjadi susah berpikir saat belajar, susah berkreasi, dan susah menciptakan hal yang baru. Dan kemudian nantinya juga akan menjadi orang yang suka depresi.

"Sementara kalau gangguan kehidupan sosial, orang-orang yang menyentuh narkoba untuk memenuhi keinginannya menggunakan narkoba, maka dia biasanya akan melakukan suatu tindak pidana atau kriminal. Contohnya yakni mencuri," tutur dia.

Oleh karena itu dia sangat berharap kepada siswa-siswi SMP Negeri 77 Jakarta dan SMP Negeri 2 Jakarta, agar jangan pernah sekalipun mencoba-coba bersentuhan dengan narkoba. Sebab kedepannya, sudah pasti akan merusak dan menghancurkan generasi penerus bangsa.

"Kami berharap adik-adik sekalian jangan sampai sekalipun tersentuh dengan narkoba. Sebab sangat berbahaya. Adik-adik adalah tumpuan kelanjutan pembangunan negara ini. Semoga sampai nanti pun takkan pernah tergiur mencicipi narkoba," pungkasnya.

Selain memberikan penyuluhan dan screening, dalam CSR Pertamina ini juga memberikan bantuan alat-alat UKS, seperti tensimeter digital, timbangan berat badan, termometer digital, obat-obatan P3K sederhana, serta banner bahaya narkoba. (Risman Afrianda/bus)