Senin, 26 Agustus 2019 | 07:42 WIB
BTN Sediakan KPR Khusus Pembeli Rumah lelang
Jumat, 14 Desember 2018 | 23:15 WIB
BTN -

Skalanews - Bank Tabungan Negara (BTN) kembali berinovasi dengan menyediakan kredit pemilikan rumah (KPR) khusus bagi pembeli rumah hasil lelang, yang sekaligus sebagai upaya menekan angka kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL).

"Kalau membeli rumah lelang harus menyediakan dana tunai yang cukup besar serta batas waktunya sudah ditentukan, maka kami mencoba menjembataninya dengan KPR lelang," kata Direktur PT BTN (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu di Jakarta, Jumat (14/12).

Bagi Bank BTN, lanjutnya, juga diuntungkan karena banyak rumah bekas dari hasil kredit tidak produktif, sehingga harus disertakan dalam proses lelang dengan adanya KPR lelang tersebut diharapkan dapat menekan angka kredit tidak produktif.

"Kami memberikan kemudahan untuk proses KPR lelang, semua persyaratan dapat dipenuhi secara paralel dengan pelaksanaan lelang. Sehingga ketika rumah itu berhasil dimenangkan, pembeli tinggal membayar angsurannya saja," ujar dia.

Terobosan ini, jelas Nixon, juga membuat ekonomi bergulir kembali mengingat sebagian besar kredit tidak produktif berasal dari rumah dengan harga lelang di atas Rp300 juta, yang memang kurang peminatnya, sedang untuk rumah di bawah harga Rp300 juta, biasanya langsung terjual saat dilelang.

Nixon berharap kalau program KPR lelang ini berjalan, maka persoalan kredit bermasalah atau kredit tidak produktif dapat teratasi, sehingga BTN memiliki dana segar baru yang dapat digulirkan kembali untuk KPR.

"Saya kira kalau program ini berjalan akan membuat harga properti yang kini stagnan dapat kembali membaik, bahkan lebih baik dari periode sebelumnya," ujar dia.

Berdasakan data, peminat rumah lelang mengalami tren peningkatan setiap bulan yakni tercatat sebanyak 7.063 peminat dan sekitar 30 persen di antaranya tertarik menggunakan KPR untuk melunasi rumah hasil lelang tersebut.

Nixon menjelaskan sejak diluncurkan pada 9 Februari 2018, situs khusus rumah lelang Bank BTN yaitu www.rumahmurahbtn mengalami peningkatan pengunjung maupun peminat.

Total aset yang terjual lewat lelang tersebut per 10 Desember 2018 mencapai 986 unit dengan nilai Rp216 miliar. Adapun data jumlah aset, yang dilelang hingga pekan ini mencapai 12.424 unit dengan agunan mencapai Rp1,7 trilliun dan jumlah pengunjung laman mencapai 1,4 juta.

Sementara sekitar tujuh ribu pengunjung di antaranya menyatakan berminat mengikuti lelang.

Senada dengan Nixon, Direktur Consumer Banking Bank BTN Budi Satria mengakui potensi KPR lelang akan makin besar ke depannya karena jumlah peminat rumah lelang BTN yang makin tinggi. KPR lelang tersebut, menurut dia, sama dengan KPR pada umumnya.

"Yang membedakan adalah jenis agunannya adalah rumah hasil lelang Bank BTN," katanya.

Sementara uang mukanya diperhitungkan menggunakan uang jaminan yang disetor saat nasabah mengikuti proses lelang.

Adapun ketentuan KPR lelang diberlakukan sama dengan KPR rumah bekas atau bukan KPR rumah baru (dari pengembang), jelas dia.

Nixon optimistis dapat menekan angka NPL dengan adanya program KPR lelang, yang posisinya per September 2018 sebesar 2,65 persen atau masih di bawah rata-rata nasional.(ant/dbs)