Kamis, 21 Maret 2019 | 02:54 WIB
BTN Peringkat Lima Dari Sisi Aset Bank
Minggu, 10 Februari 2019 | 20:34 WIB
-

Skalanews - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mewujudkan peringat lima dari sisi aset perbankan nasional yang dicapai pada tahun 2018 menembus Rp300 triliun atau naik 17 persen dibandingkan capaian tahun 2017 sebesar Rp261,5 triliun.

"Peningkatan aset ini dicapai seiring dengan pertumbuhan kredit yang positif meski dalam kurun waktu lima tahun terakhir terjadi gejolak ekonomi global," kata Direktur Utama BTN Maryono kepada wartawan usai gelaran "charity fun walk" dalam rangka rangkaian HUT BTN di Jakarta, Minggu (10/2).

Hadir dalam acara fun walk tersebut Deputi Bidang Jasa Perbankan, Konstruksi dan Konsultan Kementrian BUMN, Gatot Trihargo.

Maryono menjelaskan dalam kurun 69 tahun pengabdiannya, Bank BTN telah merealisasikan kredit sekitar Rp523 triliun yang didominasi oleh kredit pemilikian rumah (KPR). Kredit dan pembiayaan tersebut mengalir kepada lebih dari 4,5 juta keluarga di Indonesia.

"Peningkatan aset dan kucuran kredit BTN banyak didorong oleh Program Sejuta Rumah yang diinisasi oleh Pemerintah pada tahun 2015, dimana program memacu Bank BTN untuk melakukan inovasi produk KPR dan skema kredit yang memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah hingga milenial untuk memiliki rumah," kata Maryono.

Maryono mengapresiasi pemerintah, regulator, dan masyarakat Indonesia dalam mendukung kinerja Bank BTN selama 69 tahun berdiri.

Menurut dia, kepercayaan keluarga Indonesia terhadap Bank BTN untuk memberikan layanan perbankan dan kepercayaan pemerintah untuk mengalirkan bantuan subsidi KPR melalui perseroan memotivasi Bank BTN untuk terus berkembang lebih baik.

Ke depannya, Maryono optimistis akan lebih baik setelah meletakkan pondasi bisnis dan program kerja yang terarah sesuai hasil rapat kerja BTN tahun 2019 yang dihadiri segenap jajaran manajemen BTN pada Januari 2019.

Sejumlah strategi telah disiapkan diantaranya dengan meningkatkan kerja sama dengan instansi atau pihak swasta untuk jasa layanan perbankan, khususnya pembiayaan perumahan. Berikutnya, mengembangkan digital ecosystem dengan memperkuat fitur-fitur dari digital channel Bank BTN untuk layanan perbankan baik transaksi maupun kredit demi menghadapi disrupsi ekonomi yang terjadi.

Kemudian memperkuat kemitraan dengan Pemerintah baik pusat maupun daerah untuk pembiayaan dan penyediaan perumahan. Serta strategi terakhir adalah menyelaraskan program dan target perseroan dengan misi pemerintah dalam holding perbankan serta Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan direalisasikan.

"Untuk menjalankan strategi tersebut tentu kami harus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan agar dapat memenuhi target-target yang dipasang pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan yang saat ini masih di kisaran 11 juta unit," kata Maryono.

Tahun 2019 menjadi salah satu tahun penentuan bagi Bank BTN karena sejumlah program yang akan memperkuat peran perbankan sebagai kontributor terbesar di Program Sejuta Rumah berjalan, diantaranya program pembiayaan perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri dan juga TNI dan juga rencana pemerintah untuk menggulirkan program Tapera selain keberlanjutan program sejuta rumah oleh pemerintah.

"Ketiga hal ini akan menentukan dominasi Bank BTN untuk menguasai bisnis KPR baik subsidi maupun non subsidi," kata Maryono.

Bank BTN menguasai pangsa pasar KPR subsidi di Indonesia lebih dari 94 persen (data per Juni 2018). Sementara untuk KPR secara nasional BTN menguasai sekitar 37 persen (data per Maret 2018).

Bank BTN tetap memegang komitmennya dalam mendorong sektor properti di Indonesia dengan menguatkan peran Housing Finance Center (HFC) untuk meningkatkan jumlah pengembang dan kualitas wirausaha properti di Indonesia.(ant/dbs)