Kamis, 14 November 2019 | 19:00 WIB
Pelambatan Ekonomi Tiongkok Disikapi dengan Penyesuaian Ekspor
Jumat, 23 Oktober 2015 | 01:09 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menilai untuk menyikapi pelambatan ekonomi Tiongkok, salah satunya adalah dengan cara penyesuaian ekspor ke negara Tirai Bambu itu.

"Hal yang bisa dilakukan Indonesia menyikapi perekonomian Tiongkok, antara lain, menyesuaikan ekspor dengan barang konsumsi ke sana," kata Bambang dalam laporan perkembangan triwulan perekonomian Indonesia edisi Oktober 2015 oleh Bank Dunia di Kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (22/10).

Hal tersebut, kata Bambang, karena saat ekonomi Tiongkok sedang melemah, ekspor negara di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam justru meningkat.

Menurutnya hal tersebut dikarenakan Tiongkok memoderasi pertumbuhan ekonomi mereka yang bergeser dari investasi didorong menjadi konsumsi rumah tangga.

"Ini data yang menarik, namun kita harus sadari ekspor mereka ke Tiongkok lebih banyak merupakan barang konsumtif, dan pasti mereka akan menikmati manfaatnya dengan permintaan yang akan meningkat," ujarnya.

Akan tetapi, berlawanan dengan kondisi Indonesia yang justru melambat karena ekspor dalam negeri ke Tiongkok sangat didominasi oleh sektor komoditas dan energi yang volatilitasnya tinggi.

"Ketika Tiongkok mengalami pergeseran menjadi berbasis konsumsi maka permintaan ini menurun," ucapnya.

Selain penyesuaian ekspor, katanya, Indonesia juga perlu mendorong investasi luar negeri langsung (FDI) dari Tiongkok, karena sejak dulu hubungan Jakarta dan Beijing lebih ke perdagangan, jikapun ada nilainya paling rendah.

Dari data BKPM, lanjutnya dari semua komitmen investasi yang dilakukan investor di Indonesia, Jepang memiliki hampir 70 persen yang di antaranya investasi riil, Taiwan 40 persen, AS dan Inggris memiliki angka investasi di atas 30 persen.

"Tapi Tiongkok, hanya 10 persen, karenanya kita harap investasi dari Tiongkok akan meningkat," katanya, menegaskan (bus/ant)