Minggu, 21 Juli 2019 | 05:37 WIB
Home > Hukum >
Polisi akan Jemput Paksa Bachtiar Nasir jika Pulang dari Saudi
Selasa, 14 Mei 2019 | 15:57 WIB
Brigjen Pol Dedi Prasetyo -

Skalanews - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memastikan Bachtiar Nasir akan dijemput paksa usai pulang ke tanah air.

Tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) aset milik Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) itu tak memenuhi panggilan ketiga penyidik hari ini karena sedang berada di Arab Saudi memenuhi undangan Liga Muslim Dunia.

"Sesuai kewenangan penyidik, pasal 112 KUHAP maka penyidik akan menjemput paksa yang bersangkutan untuk dimintai keterangan," kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/5).

Soal mekanisme jemput paksa tersebut, Dedi menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk mendapatkan informasi kepulangan Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu.

"Apabila kita sudah mendapatkan informasi apa yang bersangkutan sudah hadir atau sudah datang ke Indonesia. Maka sesuai kewenangan penyidik yang diatur dalam KUHAP, maka penyidik akan melakukan penyidikan," sambungnya.

Meski demikian, Dedi menilai penyidik belum akan menjadikan Bachtiar buronan, pasalnya hingga saat ini komunikasi antara penyidik dengan kuasa hukum Bachtiar masih berjalan lancar.

"Komunikasi saat ini masih cukup baik dengan pihak pengacaranya dan penyidik nantinya masih menilai itikad baik dari yang bersangkutan. Karena yang bersangkutan sudah berkomunikasi dengan mereka. Kita berharap sebagai Warga Negara Indonesia yang baik, tentunya harus taat hukum dan menghargai seluruh proses hukum yang berjalan," pungkasnya. (Frida Astuti/Bus)