Jumat, 21 Juni 2019 | 06:28 WIB
Home > Hukum >
Ancam Jokowi Harus Mati, Pria Asal Depok Dibekuk
Rabu, 12 Juni 2019 | 15:31 WIB
-

Skalanews -Jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pria berinisial YY (29) karena telah mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo dan juga akan meledakkan asrama Brimob Kelapa Dua, Depok.

"Penangkapan terhadap tersangka YY dilakukan setelah adanya informasi percakapan yang dikirim dalam sebuah grup WhatsApp bernama Silaturahmi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (12/6).

Terhadap YY diciduk pada Selasa tanggal 11 Juni 2019, pukul 11.45 WIB di kediamannya, Tapos Depok, Jawa Barat.

"Group whatsapp 'silaturrahmi' merupakan komunitas pendukung salah satu pasangan calon presiden dalam pemilu 2019 yang berisikan 192 orang dan tersangka YY merupakan salah satu admin group tersebut," sambung Dedi.

Menurut pengakuan tersangka, kalimat yang dituliskannya itu yakni 'tgl 29 Jokowi harus MATI' dan 'Tunggu diberitakan dan ledakan dalam waktu dekat ini di asrama brimob kelapa dua sebelum tgl 29' hanya agar dirinya terkenal.

"Ingin dikenal sebagai pendukung militan dari salah satu paslon capres 2019," papar Dedi.

Atas perbuatan tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 29 juncto Pasal 45 B UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan atau denda paling bayak Rp 750 juta.

Dan atau Pasal 6 atau Pasal 12 A atau Pasal 14 UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara. (Frida Astuti/Bus)