Minggu, 26 Januari 2020 | 15:48 WIB
Home > Hukum >
Bareskrim Polri Usut Kasus Pinjaman Uang Online Ilegal
Jumat, 2 Agustus 2019 | 14:09 WIB
-

Skalanews -Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) kini tengah menangani sejumlah kasus terkait investasi ilegal dan fintech ilegal.

"Ada 7 kasus yang kita tangani, 1 sudah selesai yang lain masih kita proses," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/8).

Dari tujuh kasus yang ditangani, sambung Chairul, rata-rata terkait dengan pencemaran nama baik akibat gagal bayar.

Kemudian ada juga tindak pidana terhadap fintech peer-to-peer lending. Seperti, penyadapan data, penyebaran data pribadi, pengiriman gambar porno, pencemaran nama baik, ancaman, manipulasi data, dan ilegal akses.

"Hal-hal itu bisa kita jerat di dalam pasal-pasal yang sudah terangkum dalam Undang-Undang ITE. Belum kita temukan pasal lain yang menjerat fintech ini," sambungnya.

Pada kesempatan ini, Polri mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati bila akan melakukan pinjaman uang secara online. Masyarakat perlu mengetahui apakah fintech tersebut sudah terdaftar dan berizin melalui OJK atau justru sebaliknya.

"Saya sarankan tidak melakukan pinjaman kepada fintech ilegal. Karena syarat pokok memberikan data pribadi. Karena kita diminta untuk foto dan KTP itu yang kita tidak sadar nantinya data kita digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya. (Frida Astuti/Bus)