Kamis, 21 November 2019 | 05:48 WIB
Home > Hukum >
Tak Keluarkan Izin Demo, Kapolri: Ini Menyangkut Harkat Martabat Bangsa
Kamis, 17 Oktober 2019 | 12:49 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian - [dok.skalanews]

Skalanews - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan pihaknya tidak akan mengeluarkan izin demonstrasi menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Minggu 20 Oktober di Gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat.

Ditegaskan Tito, Langkah ini diambil untuk menjaga harkat dan martabat bangsa. Karena saat itu akan banyak tamu penting seperti kepala negara sahabat, kepala pemerintahan, hingga utusan khusus negara lainnya yang hadir.

"Ini sudah menyangkut harkat dan martabat bangsa. Kita juga memikirkan bahwa bangsa kita harus dihargai dan harus dipandang sebagai bangsa yang besar dan bangsa yang tertib dan damai," kata Tito dalam apel bersama di Lapangan Monas, Gambir, Jakpus, Kamis (17/10).

Disambung Tito, pihaknya tidak ingin demonstrasi yang digelar kemudian ditunggangi oleh penumpang gelap dan kemudian menciptakan kerusuhan. Aksi anarkis tentunya akan mencoreng nama baik Indonesia.

"Ini (pelantikan-red) momentum internasioanl. Semua media internasional akan meilihat. Untuk itu, kita tidak ingin menanggung risiko bangsa kita dicap buruk," tegas dia.

Tito mengimbau masyarakat tidak memobilisasi massa untuk menggelar demonstrasi. Unjuk rasa dengan memobilisasi massa berpotensi menimbulkan kerusuhan.

"Karena mobilisasi massa itu mempunyai psikologi publik, psikologi massa. Bisa mudah sekali menjadi rusuh dan anarkis. Pengalaman kita, demo waktu mahasiswa siang aman-aman saja. Malamnya mulai lempar batu, bakar segala macam, dan dengan senjata mematikan, dan berbahaya. Itu merusak fasilitas umum," sambungnya.

"Kalau selama ini demonya aman-aman saja, kita no problem. Tapi ini demonya yang belakangan, mohon maaf, ada yang idealisme. Ada juga pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan untuk kepentingan tersendiri," imbuhnya lagi. (Frida Astuti/Bus)