Selasa, 19 November 2019 | 03:00 WIB
Home > Hukum >
Kasus Novel Tak Tuntas, KontraS: Demokrasi Kita Mundur
Minggu, 20 Oktober 2019 | 06:45 WIB
-

Skalanews - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani menyebut, demokrasi era Presiden Joko Widodo mundur dan murung.

Salah satu tandanya yakni, tak juga tuntasnya penanganan kasus teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Demokrasi kita saat ini tidak hanya mundur, tapi murung. KPK dan novel hanya satu kasus," kata Yati saat diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10).

Jokowi disarankan untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen karena polisi gagal mengungkap kasus Novel selama dua tahun lebih.

"Kalau tidak membentuk TGPF independen, presiden merusak reputasinya sendiri," sambungnya.

Menurut Yati, saat ini bola berada di tangan Presiden Jokowi untuk menyelesaikan kasus Novel dan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) KPK untuk membatalkan yang bermasalah.

"Bolanya untuk Perppu dan Novel Baswedan ada di presiden," tutupnya. (Frida Astuti/Bus)