Rabu, 11 Desember 2019 | 01:16 WIB
Home > Hukum >
Aset Dirampas Negara, Jaksa Agung Sebut Putusan First Travel Bermasalah
Minggu, 17 November 2019 | 21:17 WIB
-

Skalanews - Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terhadap perkara penipuan First Travel bermasalah. Pasalnya, MA dalam putusannya menyatakan aset milik First Travel dirampas untuk negara.

"Itu yang jadi masalah. Aset First Travel ini kami tuntut agar barang bukti dan yang disita, dikembalikan lagi ke korban," kata Burhanuddin di Kantor Paguyuban Pasundan Bandung, Minggu (17/11).

Menurut Burhanuddin, aset-aset First Travel harusnya dikembalikan lagi kepada jemaah korban. Meskipun jumlah aset yang disita tidak sebanding dengan nilai kerugian yang dialami para jemaah First Travel.

"Jadi pengadilan menyita uang dan barang First Travel dirampas. Padahal tuntutan kita adalah dikembalikan kepada korban," tegasnya lagi.

Diketahui, kasus First Travel sudah berkekuatan hukum tetap. Bos perjalanan umrah itu yakni Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan dihukum masing-masing 20 tahun dan 18 tahun penjara.

Adapun Kiki Hasibuan dihukum 15 tahun penjara. Vonis itu diketok PN Depok dan dikuatkan di tingkat banding dan Mahkamah Agung (MA).

Pihak Kejaksaan, lanjut Burhanuddin, masih mengkaji putusan tersebut. Pihaknya akan membahas lagi dengan jajarannya terkait ada tidaknya upaya hukum lain agar aset First Travel dikembalikan kepada jamaah. Sejauh ini diketahui, tidak ada upaya hukum lain yang bisa dilakukan.

"Justru itu lagi kita bahas. Kita akan bahas apa upaya hukumnya ya," pungkasnya. (Frida Astuti/Bus)