Minggu, 19 Januari 2020 | 12:01 WIB
Home > Hukum >
Wapres Sebut Agama Perbolehkan Koruptor Dihukum Mati
Rabu, 11 Desember 2019 | 17:11 WIB
-

Skalanews - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut secara aturan di Indonesia pelaku korupsi bisa saja mendapatkan hukuman terberat yakni hukuman mati.

"Saya kira dalam UU Tipikor kan sudah ada kemungkinan dihukum mati itu dengan syarat-syarat," kata Maruf di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (11/12).

Ma'ruf tak menampik banyak pihak yang tak setuju dengan penerapan hukuman mati. Namun menurut Ma'ruf banyak negara yang masih menerapkan hukuman tersebut, terlebih alagi dalam agama hal itu diperbolehkan.

"Agama juga membolehkan dalam kasus pidana tertentu yang memang sulit untuk diatasi dengan cara-cara lain. Kalau itu sudah tidak bisa, kecuali harus dihukum mati, ya dihukum mati dengan syarat-syarat yang ketat sebetulnya itu," sambungnya.

Ma'ruf meyakini dengan adanya hukuman mati, koruptor akan jera dan berimbas pada menurunnya angka korupsi di negeri ini.

"Andaikata dihukum mati saja tidak jera apalagi tidak dihukum mati, tambah tidak jera. Logika berpikirnya kan begitu. Jadi hukuman mati itu hukuman yang paling tinggi, saya kira membuat orang tidak berani," pungkasnya. (Frida Astuti/Bus)