Selasa, 18 Februari 2020 | 01:59 WIB
Home > Hukum >
Sahroni Pertanyakan Motif IPW Hembuskan Isu Pemerasan AKBP Andi Sinjaya
Kamis, 16 Januari 2020 | 12:13 WIB
-

Skalanews - Isu pemerasan yang diduga dilakukan AKBP Andi Sinjaya Ghalib dipastikan hanya fitnah. Isu ini diketahui pertama kali dihembuskan oleh Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni mempertanyakan motif di balik penyebaran isu AKBP Andi memeras Budianto sebesar Rp1 Miliar.

Sahroni mendesak Polda Metro Jaya menyelidiki lebih jauh kepentingan apa yang mendasari penyebaran fitnah tersebut, menyusul hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya, AKBP Andi tidak terbukti melakukan pemerasan.

"Propam Polda Metro Jaya sudah merampungkan pemeriksaannya dan tegas disebutkankan tidak ada pemerasan sebagai disebarluaskan Neta Pane," kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (16/1).

"Oleh karenanya kepolisian harus mengungkap motif dan kepentingan apa dibalik penyebaran fitnah tersebut. Saya katakan fitnah karena hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya bertolak belakang dengan pernyataan Neta Pane," sambungnya.

Ditegaskan Sahroni, langkah ini perlu dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui secara pasti duduk persoalan kasus yang sebenarnya serta mendapat informasi yang utuh perihal kasus tersebut.

"Supaya semua terang benderang dan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak menyebar informasi hoax kepada masyarakat. Mekanisme hukum harus berjalan secara proporsional dan profesional," pungkasnya.

Hasil pemeriksaan Propam Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada pemerasan Rp 1 miliar yang dilakukan oleh AKBP Andi Sinjaya sebagai Kasat Reskrim Polres Jaksel kepada pelapor Budionto.

"Pemeriksaan sudah selesai dari kedua-duanya dan hasilnya tidak terbukti apa yang selama ini diisukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Budianto sendiri telah mengaku pelaku pemerasan terhadap dirinya bukanlah AKBP Budi, namun eorang mafia kasus. (Frida Astuti/Bus)