Selasa, 18 Februari 2020 | 01:16 WIB
Home > Hukum >
Jaksa Agung Sebut Peristiwa Semanggi I dan II Bukan Pelanggaran HAM Berat
Kamis, 16 Januari 2020 | 18:12 WIB
-

Skalanews - Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut kasus Semanggi I dan Semanggi II bukanlah peristiwa pelanggaran HAM Berat.

Hal itu dikatakan Burhanuddin saat rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/1).

"Peristiwa Semanggi I dan Semanggi II, telah ada hasil rapat paripurna DPR yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan pelanggaran HAM berat," kata Burhanuddin.

Sementara itu mengenai hambatan dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu, Burhanuddin menyebut ketiadaan pengadilan HAM Ad Hoc dan ketidakcukupan alat bukti menjadi hambatan lambatnya proses penuntasan kasus tersebut.

"Untuk peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu, sampai saat ini belum ada pengadilan HAM Ad Hoc. Sedangkan mekanisme dibentuknya atas usul DPR berdasarkan peristiwa tertentu dengan keputusan presiden," paparnya.

Begitu pun dengan hasil investigasi yang dilakukan Komnas HAM, menurut Burhanuddin hasilnya belum mencukupi.

"Berdasarkan hasil Komnas HAM belum dapat menggambarkan, atau menjanjikan minimal dua alat bukti yang kami butuhkan," pungkasnya. (Frida Astuti/Bus)