Rabu, 26 Februari 2020 | 10:38 WIB
Home > Hukum >
PN Jaksel TolaK Praperadilan Eks Sekretaris MA Nurhadi
Selasa, 21 Januari 2020 | 18:14 WIB
Penyanyi Bollywood Divonis Penjara Karena Selundupkan Orang - [Ist]

Skalanews - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan dua orang lainnya yakni Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi) serta Hiendra Soenjoto (Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal/MIT).

Ketiganya menggugat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA.

"Mengadili, menyatakan eksepsi pemohon tidak dapat diterima. Menolak praperadilan para pemohon yaitu pemohon satu Rezky Herbiyono, pemohon dua Nurhadi, dan pemohon tiga Hiendra Soenjoto untuk seluruhnya," kata hakim tunggal Akhmad Jaini saat membacakan putusan di PN Jaksel, Jln Ampera Raya, Selasa (21/1).

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan penetapan Nurhadi, Rezly dan Hiendra sebagai tersangka oleh KPK sudah sesuai prosedur dan sah secara hukum.

"Berdasarkan bukti-bukti, surat perintah penyidikan (sprindik) yaitu Nomor 143 dan 144 telah sah secara hukum," sambungnya.

Selain itu, menurut hakim tunggal dalam persidangan ini para pemohon tidak bisa membuktikan adanya anggapan tidak sahnya perintah penyidikan dalam kasus yang menjerat Nurhadi Cs tersebut.

Nurhadi yang ketika itu menjabat Sekretaris MA dan menantunya diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT. MIT dari tersangka Hiendra untuk mengurus perkara peninjauan kembali (PK) atas putusan Kasasi Nomor: 2570 K/Pdt/2012 antara PT MIT dan PT KBN (Persero).

Terkait gratifikasi, pada rentang waktu 2015-2016 diduga Nurhadi melalui Rezky menerima sejumlah uang dengan total sekitar Rp12,9 miliar terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat Kasasi dan PK di MA dan permohonan perwalian. (Frida Astuti/Bus)