Sabtu, 25 Januari 2020 | 05:28 WIB
Sri Mulyani Jengkel Masih Ada Korupsi di Ditjen Pajak, KPK Beri Saran
Rabu, 4 Desember 2019 | 11:01 WIB
-

Skalanews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku sangat jengkel karena masih ada pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang melakukan korupsi.

Merespon hal itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak Sri Mulyani bekerja sama membasmi para mafia pajak tersebut.

"Kalau memang Kemenkeu melihat ada persoalan-persoalan lain yang perlu dibenahi, tidak menutup kemungkinan kerjasama seperti itu bisa dilakukan lagi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (4/12).

KPK lalu menyarankan Sri Mulyani melakukan langkah pencegahan dengan menempatkan orang-orang berintegritas di jabatan basah alias rawan korupsi.

"Yang lebih diprioritaskan bagaimana upaya pencegahan melalui penempatan orang secara tepat dengan melihat integritas orang-orang tersebut atau rekam jejaknya. Itu bisa juga dilakukan," sambungnya.

Jika Menkeu sudah memiliki rekam jejak yang jelas, hal itu akan mempermudah dalam menempatkan posisi orang-orang tersebut.

Menurut Febri, penempatan orang-orang berintegritas untuk duduk di jabatan strategis Ditjen Pajak penting dilakukan Sri Mulyani. Sebab, Ditjen Pajak merupakan institusi sangat vital.

"Kenapa sangat penting? karena Direktorat Pajak ini salah satu institusi yang sangat vital ya, yang berkontribusi sangat signifikan untuk penerimaan negara," pungkasnya. (Frida Astuti/Bus)