Senin, 9 Desember 2019 | 19:25 WIB
Barang Bukti Narkoba Rp1,2 Triliun Dimusnahkan
Kamis, 8 Oktober 2015 | 13:29 WIB
Irjen Pol. Tito Karnavian -

Skalanews - Peredaran narkoba di wilayah DKI Jakarta mengalami peningkatan selama Juli sampai September 2015. Hal ini berdasarkan pengungkapan yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya bersama dengan Polres jajaran Polda Metro Jaya.

Aparat kepolisian jajaran Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkoba sebanyak 1.278 kasus, dengan jumlah tersangka 1.562 dan jumlah barang bukti sabu 672,84 kg, ecstasy 641.451 butir, dan ganja 26,1 kg.
Dibandingkan periode sebelumnya, kasus tindak pidana narkoba mengalami kenaikan 4,5 persen, jumlah tersangka 4,9 persen, jumlah barang bukti sabu 1.320 persen dan barang bukti ecstasy naik 2.217 persen. Sedangkan kasus ganja mengalami penurunan 1.542 persen.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian yang dilansir Humas Polda Metro Jaya, mengatakan peningkatan peredaran narkoba itu dipengaruhi pengungkapan kasus dan jumlah barang terlarang itu yang masuk ke Indonesia.

"Tren bukan hanya faktor petugas, tetapi demand di Indonesia lebih tinggi. Ini dipengaruhi Indonesia sebagai pasar potensial dan keaktifan petugas mengungkap kasus," tutur Kapolda di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, Kamis (8/10).

Kapolda menjelaskan barang terlarang itu masuk ke Indonesia melalui jaringan Tiongkok. Penyelundupan barang melalui jalur udara dan laut. Bandar memasukkan barang itu di cover tas dan berbagai alat lainnya.

Melihat masih banyaknya peredaran narkoba di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Kapolda mengajak sejumlah instansi, seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan BNN bekerjasama memberantas narkoba.

"Kami mengumumkan ke publik supaya membangunkan semua pihak sebab narkoba tak hanya tugas satu instansi saja. Memerlukan kerjasama semua pihak," tambahnya.

Kapolda menambahkan setelah barang bukti disisihkan untuk pemeriksaan laboratorium dan sidang peradilan, maka sisanya akan dimusnahkan dengan rincian sebagai berikut. Barang bukti sabu sebanyak 670 kg, ecstasy 637.085 butir, ganja 18,5 kg, dan kethamin 2,5 kg. Barang bukti itu apabila dikonversi mencapai Rp1,2 Triliun dan dapat menyelamatkan 4.092.000 jiwa.

Dalam acara pemusnahan barang bukti itu, selain Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian beserta jajaran, turut hadir pula Sekretaris DKI Jakarta, Saefulah, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso, perwakilan Kemenkopolhukam, dan pihak Pemerintah Kota Tangerang.  (bus/*)