Minggu, 23 September 2018 | 10:14 WIB
Polri Bongkar Pabrik Pengoplos Gas di Tangerang
Jumat, 12 Januari 2018 | 12:51 WIB
-

Skalanews - Bareskrim Polri melakukan penggerebekan di sebuah gudang tempat pengoplosan gas tabung 3kg ke tabung 10kg dan 50kg yang terletak di Kavling DPR, Nerogtog, Pinang, Kota Tangerang.

Dikatakan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, dari penggerebekan yang dilakukan pada Kamis (11/1) kemarin itu ditangkap pemilik gudang yakni Prenki (30).

"Modus yang dilakukan tersangka membeli Gas 3 Kg (Melon) dengan harga diatas harga pasar dari para pengecer. Tersangka membeli tabung gas Melon dengan harga Rp 21.000 padahal harga pasar gas 3 Kg seharusnya Rp 17.000. Sehingga pengecer lebih tertarik untuk menjual gas 3 Kg kepada tersangka daripada dijual kepada masyarakat," kata Setyo kepada wartawan, Jumat (12/1).

Lalu tabung gas 3 kg tersebut dioplos pelaku ke tabung gas 12 kg dan 50 kg dengan menggunakan selang. Dengan perbandingan 4 tabung melon menjadi satu tabung 12 kg yang kemudian dijual dengan harga Rp125.000 sampai Rp130 ribu.

"Terdapat selisih harga Rp30.000," rinci Setyo.

Sedangkan untuk tabung 50kg pelaku memakai 17 tabung melon. Harga tabung 50kg dijual Rp450.000 dan untuk harga pasar Rp550.000 alias terdapat selisih harga Rp100 ribu.

Untuk mengoplos 1 tabung gas 3 Kg (melon) membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit untuk dapat dipindahkan ke tabung 12 Kg/50 Kg. sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengisi tabung gas 12 Kg memerlukan waktu sekitar 1 Jam.

"Usaha tersebut telah berlangsung sekitar 2 Bulan," imbuhnya.

Dalam melakukan aksinya tersangka dibantu oleh tiga orang lainnya yakni A, T dan S. Tersangka A bertugas untuk mencari pihak yang akan menjual gas 3 Kg. Tersangka T bertugas untuk mencari tenaga kerja, S bertugas untuk mencari pembeli tabung gas hasil suntikan.

Adapun jumlah seluruh karyawan yang bekerja Rp30 ribu orang, yang bertugas untuk mengangkat tabung gas, menyuntik dan mengirim tabung gas ke pembeli. Wilayah Penjualan Gas hasil suntikan berada di Jakarta, Tangerang dan beberapa tempat di Provinsi Banten.

"Barang Bukti yang ditemukan 4.200 pcs tabung gas ukuran 3 kg, 396 pcs tabung gas ukuran 12 kg, 110 pcs tabung gas ukuran 50 kg, 322 pcs selang suntik, 4 unit mobil Grand Max, 13 unit mobil box Suzuki Carry, 4 Mitshubisi Dum Truck, 4 Mitshubisi Colt," paparnya.

Adapun  Pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 62 jo pasal 8 ayat 1 huruf a uu no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen yaitu pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang atau jasa yang tidak memenuhi/tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

UU no 22 th 2001 ttg minyak dan gas bumi psl 53 huruf d tentang Melakukan tata niaga minyak bumi dan/atau gas bumi tanpa izin usaha niaga. Adapun ancaman Hukuman Pidana penjara selama 5 tahun atau denda maksimal 2 Miliar.(Frida Astuti/dbs)