Kamis, 14 November 2019 | 06:17 WIB
Diduga Gelapkan Dana Partai, Oesman Sapta Odang Dipolisikan
Senin, 22 Januari 2018 | 17:15 WIB
-

Skalanews - Wakil Ketua DPP Partai Hanura kubu Daryatmo, Sudewa melaporkan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) ke Bareskrim Polri. OSO dilaporkan dengan dugaan kasus penggelapan dana partai.

"Melaporkan pak OSO yang saat itu masih menjadi Ketum DPP Hanura melakukan kekuasaan sebagai ketum untuk kepentingan pribadi. Yaitu menarik uang dari pihak sana-sini, termasuk uang-uang dari calon-calon kepala daerah yang dimasukan ke dalam rekening pribadi yaitu OSO securities," kata Sudewa di Bareskrim, Jakarta Pusat, Senin (22/1).

Uang mahar yang ditarik OSO dari kesatuan kebangsaan dan politik (Kesbangpol), bakal calon pasangan di Pilkada, dan iuran kader Hanura. Setelah uang tersebut terkumpul lalu dimasukkan ke PT OSO Sekuritas Indonesia.

"Pertanyaannya, apakah Hanura ada perjanjian kerjasama dengan OSO securities untuk pengelolaan keuangan, kan tidak ada. Ada pilihan bank-bank lain kenapa harus masuk ke rekening pribadi. Ini yang harus jadi pertanyaan besar," sambungnya.

Selain itu dalam proses pemasukan dana ke OSO Securities, dilakukan tidak sesuai AD/ART Hanura. "Tidak ada rapat DPP, itu hanya perintah dari OSO sebagai Ketum," pungkasnya.

OSO sendiri dilaporkan dengan dugaan melakukan penggelapan jabatan atau akan dikenakan Pasal 372 dan Pasal 374 KUHP tentang penipuan dan pengelapan.

"Saat ini dokumen yang ada kita persiapkan adalah bukti-bukti yang mana dari salah seorang wakil bendahara umum Partai Hanura itu menyetorkan ke OSO Sekuritas," imbuh pengacara kuasa hukum Partai Hanura Kubu Daryatmo, Adiwarman. (Frida Astuti/bus)