Selasa, 20 November 2018 | 07:25 WIB
Menko Polhukam: Pembakar Meyakini Bendera yang Dibakar Simbol HTI
Selasa, 23 Oktober 2018 | 20:01 WIB
Wiranto - [setkab]

Skalanews - Menko Polhukam Wiranto hari ini menggelar rapat koordinasi terbatas terkait aksi pembakaran bendera bertuliskan tauhid oleh oknum anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama di Garut, Jawa Barat.

Rapat koordinasi itu diikuti langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Jaksa Agung HM Prasetyo, Kementerian Dalam Negeri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta perwakilan PBNU.

"Untuk membedah secara transparan apa yang sesungguhnya terjadi di Limbangan," kata Wiranto saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (23/10).

Disebut Wiranto, pada perayaan Hari Santri Nasional ke-3 di kecamatan Limbangan yang dihadiri sekitar 4.000 santri dan ormas islam pada Senin (22/10) kemarin, terjadilah aksi pembakaran bendera dan ikat kepala.

"Memang telah terjadi peristiwa pembakaran bendera yang berlafalkan kalimat tauhid dan ikat kepala yang oleh pembakar diyakini sebagai simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)," papar Wiranto.

"Dimana HTI merupakan ormas islam yang sudah dilarang keberadaanya di indonesia berdasarkan keputusan pengadilan," sambungnya lagi.(Frida Astuti/dbs)