Kamis, 13 Desember 2018 | 06:20 WIB
Habib Bahar Tak Ditahan, Ini Penjelasan Polri
Jumat, 7 Desember 2018 | 13:10 WIB
-

Skalanews -Habib Bahar bin Smith sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski demikian penyidik tidak melakukan penahanan terhadap pimpinan Majelis Pembela Rasulullah itu.

Dikatakan Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Syahar Diantono, ada sejumlah pertimbangan mengapa penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum tak menahan Habib Bahar.

"Tentunya ada pertimbangan penyidik, dalam KUHAP kan ketentuan Pasal 21 ada pertimbangan objektif dan subjektif," kata Syahar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (7/12).

Pertimbangan tersebut diantaranya penyidik meyakini Habib Bahar tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatan.

"Tentunya penyidik meyakini HBS ini kooperatif dan tidak dilakukan upaya penahanan. Namun proses penyidikan tetap lanjut," sambungnya.

Meski demikian, disambung Syahar, jika kemudian dari pertimbangan itu ada yang dilanggar, maka penahanan kemungkinan akan dilakukan.

"Kembali lagi pertimbangannya adalah subjektif. Kalau tiga hal tadi tidak ditepati, ya mungkin penyidik akan mempertimbangkan lagi," pungkasnya.

Diketahui dalam acara penutupan Maulid Arba'in di Gedung Ba'alawi, Palembang, Sumatera Selatan pada 8 Januari 2017, saat ceramah Habib Bahar menyebut Jokowi sebagai pengkhianat negara dan rakyat. Dia juga menyebut Presiden Joko Widodo sebagai 'banci'.

Dia disangkakan Pasal UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang ITE, serta Pasal 207 KUHP, Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b angka 1, dan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2).[Frida Astuti/Bus]