Kamis, 13 Desember 2018 | 07:01 WIB
Terima Dua SPDP Kasus Habib Bahar, Jaksa Agung: Harus Dituntaskan!
Jumat, 7 Desember 2018 | 17:56 WIB
Jaksa Agung HM Prasetyo - [dok.skalanews]

Skalanews -Kejaksaan Agung telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tersangka Habib Bahar bin Smith.

"SPDP sudah kita terima, penyebutan (status-red) tersangka," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (7/12).

Disebut Prasetyo SPDP yang diterima pihaknya berjumlah dua surat. Pertama dari Bareskrim Polri tertanggal 6 Desember 2018 lalu satu SPDP diterima pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dari Polda Metro Jaya.

Prasetyo menuturkan pihaknya telah menerima SPDP dari penyidik Bareskrim Polri pada 6 Desember 2018. Sedangkan SPDP dari Polda Metro Jaya, langsung dikirimkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Sementara SPDP Mabes polri diserahkan kepada Japidum (Jaksa Agung Muda Pidana Umum)," sambungnya.

Dalam SPDP itu disebut Prasetyo, pendiri dan pimpinan Majelis Pembela Rasulullah itu diduga melakukan ujaran kebencian terhadap kepala negara karena menyebut Presiden Jokowi dengan kata 'banci'.

"Jadi artinya mereka (Habib Bahar) melakukan hate speech, ujaran kebencian kepada presiden dan harus segera dituntaskan," pungkasnya. [Frida Astuti/Bus]