Kamis, 21 Februari 2019 | 07:30 WIB
DPR Yakin Polri Ungkap Tuntas Teror Bom di Kediaman Pimpinan KPK
Kamis, 10 Januari 2019 | 00:01 WIB
-

Skalanews - Polri diketahui masih mengusut aksi teror bom di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta semua pihak tak menduga-duga siapa pelaku dari dua aksi teror tersebut.

"Kita tentunya mengutuk keras teror bom yang diarahkan kepada pimpinan lembaga negara. Saya meminta Polri bergerak cepat dalam pengusutan kasus ini. Saya yakin Polri dengan kemampuannya di bidang pemberantasan terorisme akan mampu mengungkap kasus ini," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (9/1).

"Sebaliknya saya berpesan kepada semua pihak untuk tak saling menuding siapa aktor di balik kejadian teror bom di rumah pimpinan KPK. Kita tunggu pengungkapan dilakukan oleh Polri yang tentunya sudah membentuk tim mengusut teror bom ini," sambungnya.

Menyikapi aksi teror bom tersebut, Sahroni menilai ada upaya membuat kekacauan di dalam negeri jelang pelaksanaan Pemilu serentak.

Pelaku dipandang Sahroni sengaja membidik sasaran tokoh penting, dalam hal ini pimpinan KPK karena disinyalir akan menarik perhatian dengan harapan membuat masyarakat panik dan tidak aman.

"Ini peristiwa yang saya nilai sengaja menargetkan tokoh penting dengan tuhuan membuat keresahan jelang Pemilu serentak. Pemerintah, dalam hal ini melalui Polri harus membuktikan diri kesiapan menangani berbagai ancaman teror yang berpotensi mengganggu keberlangsungan Pemilu serentak. Masyarakat juga kita harapkan tak serta merta menjadi panik atas peristiwa ini," pesannya.

Pada kesempatan ini, Sahroni juga mengapresiasi sikap KPK yang menyerahkan sepenuhnya penuntasan kasus teror bom tersebut. Sahroni berharap teror terhadap pimpinan KPK yang belum diketahui motifnya ini tak lantas menyurutkan semangat komisi antirasuah tersebut untuk memerangi korupsi di Indonesia.

Peristiwa ini juga disebutkan Sahroni menjadi gambaran pentingnya pengamanan melekat baik terhadap pribadi maupun kediaman pimpinan lembaga negara.

"Ke depan, pengamanan terhadap pimpinan lembaga harus lebih baik," sambung politisi NasDem ini.(Frida Astuti/dbs)