Senin, 22 April 2019 | 11:20 WIB
Polri Pastikan Penetapan Tersangka Ketum PA 212 Sesuai Prosedur
Senin, 11 Februari 2019 | 13:19 WIB
-

Skalanews - Polri memastikan penetapan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif sebagai tersangka atas kasus dugaan pelanggaran pemilu sudah sesuai prosedur.

"Semua berproses hukum. Kita menjunjung persamaan sama dimata hukum," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/2).

Penetapan Slamet Ma'arif sebagai tersangka juga ditegaskan Dedi sudah melalui kajian dari Sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu).

"Tentunya Polri tidak bekerja sendiri tapi terus berkoordinasi dengan Bawaslu. Karena disitu ada Gakkumdu ada Polri, Kejaksaan dan Bawaslu karena ini ada keterkaitan dengan pemilu maka yang melakukan assessment terhadap kontruksi pidana pemilu," terang Dedi.

Slamet yang juga juru bicara Front Pembela Islam (FPI) diketahui merasa tidak diperlakukan adil oleh aparat penegak hukum karena ditetapkan tersangka. Menurut Dedi adalah wajar jika Slamet Ma'arif keberatan.

"Kita juga mengedepankan asas praduga tak bersalah. Warga negara berhak menyampaikan keberatan-keberatannya silahkan asal tetap koridor hukum," tutupnya.

Slamet diduga melakukan tindak pidana pemilu dengan melanggar Pasal 280 Ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Slamet yang juga Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga menyinggung soal 2019 Ganti Presiden saat acara Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya, di Jalan Slamet Riyadi, depan kantor BCA KCU Solo-Slamet Riyadi, Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, pada Minggu 13 Januari 2019 Pukul 06.30-10.30 WIB.(Frida Astuti/dbs)