Sabtu, 20 Juli 2019 | 06:46 WIB
Dinilai Fitnah Prabowo, Agum Gumelar Dilaporkan ke Polisi
Selasa, 19 Maret 2019 | 19:02 WIB
-

Skalanews - Koalisi Masyarakat Antikorupsi dan Hoaks (Kamah) melaporkan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar ke Bareskrim Polri.

Agum dilaporkan karena dinilai telah memfitnah calon presiden 02 Prabowo Subianto dengan menuding mantan Danjen Kopassus itu terbukti bersalah melanggar HAM di tahun 1998 hingga diberhentikan dari militer.

"Dia jatuhnya fitnah, fitnah kena pasal 113 sanksinya 4 tahun. Juga kena pasal 310 sanksinya 9 bulan. Jadi kalau ditotal sudah lebih dari 5 tahun, ini sudah harus diperiksa dan ditangkap," kata Kuasa Hukum Kamah, Eggi Sudjana usai melapor di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/3).

Kamah yang juga merupakan barisan pendukung capres 02, Prabowo-Sandi itu menilai Agum mengetahui sepenuhnya kasus pelanggaran HAM 1998.

Namun Eggi mempertanyakan mengapa Agum tak mempersoalkan kasus saat Prabowo menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009.

Selain itu, menurut Eggi seharusnya Presiden Joko Widodo bisa mengendalikan Agum untuk berbicara. Lantaran, saat ini kondisi politik sedang panas.

"Kenapa Jokowi tidak menghukum Agum, padahal dia tahu kasus seperti ini. Kenapa enggak ditegakan hukum? Kenapa enggak diadili? Kenapa digoreng terus isu ini menuju pilpres seperti ini," pungkasnya.

Laporan Eggi dan Kamah teregistrasi dengan nomor: LP/B/0311/III/2019/BARESKRIM tanggal 19 Maret 2019. Dalam laporan tersebut, Agum diduga melanggar Pasal 221 KUHP tentang Tindak Pidana Menghambat Penyidikan.(Frida Astuti/dbs)