Sabtu, 18 Januari 2020 | 02:59 WIB
Polri akan Tindaklanjuti Laporan KPU Soal Akun Sosmed
Jumat, 5 April 2019 | 15:17 WIB
-

Skalanews - Polri akan menindaklanjuti laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal aduan tiga akun sosial media (Sosmed) yang berisikan video terkait isu server KPU diatur untuk memenangkan capres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dikatakan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, pihaknya akan melakukan langkah-langkah seperti mengumpulkan beberapa bukti, termasuk video itu, guna mencari konstruksi hukum dalam kasus tersebut.

"Nanti akan diaudit, dan nanti akan ditemukan konstruksi hukumnya, dan nanti juga kita memiliki laboratorium digital, laboratorium itu nanti akan mengaudit dari 3 akun tersebut, mulai dari masalah keasliannya, foto, video atau narasi-narasi yang dibangun dan diviralkan oleh akun tersebut," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/4).

Dijelaskan Dedi, jika nantinya aparat sudah menemukan konstruksi hukum yang sesuai maka selanjutnya akan didalami beberapa komponen seperti mendalami sosok creator atau pembuat video itu dan buzzer yang menyebarkan video hoaks tersebut.

"Pertama creator, siapa yang memiliki ide, gagasan yang membuat konten tersebut? Kedua buzzer, apakah ada keterkaitan antara creator yang membuat ini dengan buzzer karena ini kan cukup viral dan ini juga cukup mengganggu kinerja KPU pastinya. Sebab KPU merasa dirugikan," sambungnya.

Terhadap pelaku penyebaran video nantinya bisa dikenakan pasal yang ada di Undang-udangan Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

"Undang-undang ITE, Pasal 27 dan Pasal 45. Ini nanti akan didalami juga dengan konstruksi hukum dan disesuaikan juga dengan barang bukti yang diserahkan kemarin," pungkasnya.(Frida Astuti/dbs)