Selasa, 22 Oktober 2019 | 19:07 WIB
Eksekusi Ditangguhkan Jaksa Agung, Baiq Nuril Bersyukur
Jumat, 12 Juli 2019 | 13:16 WIB
-

Skalanews - Terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril merasa terharu karena Jaksa Agung HM Prasetyo memutuskan untuk menunda proses eksekusi terhadap dirinya.

Sambil terisak, Baiq yang baru saja menemui Prasetyo didampingi Rieke Diah Pitaloka dan tim kuasa hukumnya itu terus berucap syukur.

"Bahagia sekali.Ya karena.tadi ada kepastian dari Kejaksaan Agung untuk tidak ada eksekusi," kata Baiq di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (12/7).

Dengan diberikannya penangguhan eksekusi, Baiq mengaku dirinya bisa menyaksikan putrinya menjadi Paskibraka saat HUT RI 17 Agustus nanti.

"Saya bisa nonton anak saya untuk mengibarkan Bendera Merah Putih. Mudah-mudahan amnesti diberikan saat putri saya mengibarkan Bendera Merah Putih dan kemenangan itu kemenangan untuk Indonesia," harapnya.

Diketahui Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan mantan guru honorer SMA Negeri 7 Mataram, NTB itu.

Dengan dimikian, Baiq harus menjalani hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Baiq sendiri akan mengajukan permohonan amnesti atau pengampunan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).(Frida Astuti/dbs)