Sabtu, 24 Agustus 2019 | 03:19 WIB
Penyerangan Terhadap Novel Terkait Pekerjaan Bukan Masalah Pribadi
Rabu, 17 Juli 2019 | 15:15 WIB
-

Skalanews - Motif penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan dinyatakan Tim Pencari Fakta (TPF) karena adanya unsur balas dendam.

"Serangan bisa dimaksudkan untuk membalas sakit hati atau memberi pelajaran thd korban dan serangan tersebut bisa dilakukan atas dasar kemampuan sendiri ataupun menyuruh orang lain," kata Ketua TPF Nurkholis saat jumpa pers hasil akhir investigasi kasus Novel di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/7).

Dari hasil investigasi, TPF menitik beratkan pada peristiwa 5 April 2017 yakni adanya satu orang yang tidak dikenal mendatangi rumah Novel.

Kemudian pada tanggal 10 april 2017 ada lagi dua orang yang tidak dikenal yang berbeda waktu tersebut diduga berhubungan dengan peristiwa penyiraman tanggal 11 April 2017.

"TPF menemukan fakta bahwa terdapat probabilitas dari kasus yang ditangani oleh korban yang berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam akibat adanya dugaan, sekali lagi rekan-rekan media saya tekankan, akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan, excessive use of power," sambungnya.

Selain itu, TPF meyakini aksi serangan tersebut tidak berkaitan dengan masalah pribadi.

"Dari pola penyerangan dan saksi korban TPF meyakini bahwa serangan tersebut tidak terkait dengan masalah pribadi tetapi lebih diyakini berhubungan dengan pekerjaan korban," pungkasnya.(Frida Astuti/dbs)