Senin, 26 Agustus 2019 | 07:44 WIB
Polda Jatim Bongkar Tambang Minerba Ilegal, Amankan 5 Tersangka
Selasa, 13 Agustus 2019 | 18:26 WIB
Lima tersangka kasus tambang ilegal yang dibongkar penyidik Ditkrimsus Polda Jatim - [ist]

Skalanews - Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengamankan lima tersangka kasus pertambangan mineral dan batubara (Minerba) secara ilegal pada Senin (12/8) kemarin.

Kelima orang tersebut berinisial AW (41) warga Surabaya, AB (49) warga Waralohi, AH (36) warga Sidoarjo, AS (50) warga Huku Sungai Selatan dan MR (35) warga Banjarmasin.

"Mereka memproduksi mercury tanpa ada surat izin dari pemerintah. Untuk memanfaatkan mercury harus impor, dilarang membuat sendiri," ungkap Direktur Krimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim, Selasa (13/8).

Yusep menambahkan dalam menjalankan aksi memproduksi mercury itu para tersangka dengan cara memurnikan batu cinnabar dan diubah menjadi mercury.

"Diketahui bahwa produser berasal Sulawesi Tenggara, di sana ditemukan mercury kemasan dan alat-alat pemurnian mercury yang dibuat dari batuan cinnabar. Dari hasil pemeriksaan, batu cinnabar ini diperoleh di Propinsi Maluku. Dimana dalam proses pembuatan mercury tersebut, setiap satu ton batu cinnabar, yang kemudian dicampur dengan sianida dan biji besi, menjadi 500 kilogram mercury," jelasnya.

Dari kasus ini, polisi menyita kurang lebih barang bukti mercury sebanyak 414 kilogram merk gold. Merk gold ini, kata Kombes Yusep, merupakan merk resmi dari Jerman.

"Mereka melanggar Pasal 161 UU No 4 tahun 2009, tentang Pertambangan Mineral dan Batubara," tutupnya. (Wahyu/bus)