Kamis, 17 Oktober 2019 | 21:06 WIB
Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng, 11 Orang Jadi Tersangka
Selasa, 8 Oktober 2019 | 10:18 WIB
-

Skalanews - Polda Metro Jaya menetapkan 11 tersangka terkait kasus penculikan dan penganiayaan relawan pendukung Presiden Joko Widodo yang juga pegiat media sosial, Ninoy Karundeng.

Mereka yang telah ditetapkan tersangka yakni inisial ABK, RF, IA, AA, ARS, YY, Baros, S, TR, SU, dan R.

"Dari 11 orang, 10 org ditahan. Satu tidak ditahan karena sakit (inisial TR)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Selasa (8/10).

Adapun peran dari masing-masing tersangka yakni AA, ARS dan YY dinyatakan sebagai penyebar video serta konten berbau ujaran kebencian melalui grup whatsapp.

Kemudian, ABK merekam video penganiayaan Ninoy lalu menyebarkannya. ABK bersama tersangka IA dan R juga disebut turut memukuli Ninoy. Bahkan IA juga diduga mengancam membunuh Ninoy menggunakan kapak.

Tersangka RF dan Baros, berperan mengambil atau mencuri data yang ada di laptop milik Ninoy. Mereka juga dikatakan menghapus semua data di dalam telepon genggam Ninoy.

Sekretaris Dewan Keluarga Masjid Jami AL Falah di Pejompongan, Jakarta Pusat berinisial S juga ditetapkan tersangka lantaran hadir saat Ninoy dianiaya.

Tersangka S juga diduga memerintahkan tersangka lain untuk mengambil dari laptop Ninoy. S kemudian melaporkan semua data kepada Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Kemudian S juga mendapat perintah dari Munarman untuk menghapus rekaman CCTV masjid.

Ninoy Karundeng dianiaya sejumlah orang di kawasan Pejompongan pada 30 September lalu di Masjid Al-Falah. Ninoy disebut diinterogasi, dipukuli dan diancam akan dibunuh di dalam masjid tersebut. (Frida Astuti/Bus)