Selasa, 28 Januari 2020 | 01:18 WIB
Komisi III Pertanyakan Kasus Novel, Kapolri Sebut Akan Ada Perkembangan
Rabu, 20 November 2019 | 18:25 WIB
-

Skalanews - Komisi III DPR RI mendorong agar Kapolri Jenderal Pol Idham Azis segera menuntaskan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Dorongan itu pertama disampaikan anggota Komisi III Arsul Sani. Dalam rapat kerja antara Komisi III DPR RI dengan Kapolri Idham Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11), Arsul Sani menyebut belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras Novel menimbulkan prasangka terlalu jauh terhadap institusi Polri.

"Kami berharap ada progres yang bisa di-update ke Komisi III terus menerus, kalau sekarang belum ada progresnya ya apa mau dikata. Tapi ini sekali lagi kami berharap ini jadi atensi khusus Pak Kapolri," kata Arsul.

Sementara itu anggota Komisi III Beny K Harman mempertanyakan mengapa Polri sulit mengungkap identitas pelaku penyiram Novel.

"Takutnya ini menjadi utang politik, utang hukum Bapak Presiden Joko Widodo nantinya. Oleh sebab itu, mohon sungguh-sungguh Pak ungkapkan siapa pelakunya. Saya tahu pasti Pak Kapolri tahu lah siapa pelakunya, tinggal ada kemauan tidak untuk ya menangkapnya," cetus Beny.

Atas dorongan itu, Kapolri meminta dukungan Komisi III DPR. Kapolri menyebut tak lama lagi sudah ada perkembangan atas penyerangan air keras kepada Novel Baswedan.

"Mudah-mudahan waktu yang tak lama lagi akan ada perkembangan dan temuan yang signifikan, sehingga kita bisa secepatnya mengungkap. Kebetulan saya masih Kabareskrim, belum ada pengganti saya, masih di proses di Wanjakti (Dewan Kepangatan dan Jabatan Tinggi) sehingga saya yakinkan kita terus bekerja dan bekerja," papar Idham. (Frida Astuti/Bus)


  
  
TERPOPULER
Index +