Rabu, 26 Februari 2020 | 23:13 WIB
Polda Jatim Bongkar Investasi Bodong Beromzet Rp 750 Miliar
Sabtu, 4 Januari 2020 | 06:18 WIB
Irjen Pol Luki Hermawan bersama barang bukti Rp 50 mililar uang hasil investasi bodong PT Kam and Kam - [ist]

Skalanews - Direktorat Kriminal Khusus Polda Jatim berhasil membongkar investasi bodong beromzet hingga Rp 750 miliar dalam kurun waktu 8 bulan.

Dalam pengungkapan tersebut diamankan dua tersangka, antara lain berinisial KTM (47) warga Kelapa Gading, Jakarta Utara dan FS (52) warga Tambora, Jakarta Barat. Petugas juga telah memblokir rekening atas nama PT Kam and Kam.

"Tersangka memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait iklim investasi untuk masyarakat bawah hingga menengah. Tersangka beroperasi menggunakan aplikasi online email," ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolda Jatim, Jumat (3/1/2020).

Luki Hermawan menambahkan modus para tersangka dengan menggunakan PT Kam and Kam yang berdiri delapan bulan lalu, tanpa mengantongi izin. Perusahaan itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan, dengan cara bergabung di aplikasi memiles.

Para anggota yang berhasil merekrut anggota baru akan mendapatkan komisi dan bonus dari PT Kam and Kam sesuai dengan level member perekrut masing-masing. Anggota yang telah bergabung untuk dapat memasang iklan harus melakukan top up sejumlah dana ke rekening PT Kam and Kam.

Dan dengan dana top up tersebut, member dapat memilih berbagai bonus atau reward yang fantastis nilainya, diantaranya mendapatkan mobil, rumah, motor, handphone, perhiasan emas, berlian dan lain-lain.

Bonus reward yang sudah dipilih oleh member tidak langsung diterima, namun harus memenuhi persyaratan yang cukup lama untuk diterimanya antara lain, syarat pemenuhan omset nasional, pemenuhan masa tunggu dan pemenuhan masa antre pendistribusian bonus reward selama 21 hingga 160 hari kerja.

"Mereka ini pernah berurusan dengan Polda Metro Jaya di tahun 2015 dengan kasus sama," lanjutnya.

Dari pengakuan tersangka, Luki mengungkapkan mereka (pelaku) sudah memiliki 264 ribu anggota selama delapan bulan dan per anggota akan mendapatkan bonus jika berhasil membawa anggota baru untuk berinvestasi di PT Kam and Kam. Setiap costumer bisa memiliki lebih dari satu akun. Setiap akun bisa di top up sekitar Rp 50 ribu, Rp 100 ribu hingga Rp 200 juta.

"Untuk membongkar kasus ini kami bekerja sama dengan OJK dan kedepannya kami akan buka posko pengaduan atas kasus ini," jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut petugas pengamankan barang bukti uang Rp 50 miliar dan 18 unit mobil, dua sepeda motor dan beberapa barang berharga lainnya.

Pasal yang disangkakan yakni, Pasal 106 jo 24 ayat 1 dan atau Pasal 105 jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 46 ayat 1 dan ayat 2 jo Pasal 16 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. (wahyu/bus)