Sabtu, 22 Februari 2020 | 16:59 WIB
Polda Jatim Bekuk Pengedar Uang 1.000 Dolar AS Palsu
Selasa, 7 Januari 2020 | 02:14 WIB
Kombes Pol Pitra Ratulangi bersama pelaku pengedar 1.000 dolar AS palsu - [ist]

Skalanews - Tim Resimen Mobil (Resmob) Direktorat Kriminal Umum Polda Jatim bekuk seorang pengedar uang dolar Amerika Serikat (AS) palsu di sebuah hotel di Surabaya, Minggu(5/1/2020). Tersangka yang diamankan itu berinisial MY (53) warga Surabaya dan menyita barang bukti uang dolar sebanyak 1.000 dolar dalam pecahan 100 dolar.

Direktur Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangi mengatakan pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat adanya transaksi penjualan uang dari tersangka MY di sebuah hotel di Surabaya.

"Atas informasi itu, tim Resmob langsung bergerak dan benar adanya, kalau ada pengedar uang dolar palsu yang akan mengedar dan menjualnya ke masyarakat umum," ujar Pitra yang didampingi Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Senin (6/1/2020).

Mantan Analis Kebijakan (Anjak) Madya bidang Pidum Bareskrim Polri ini menambahkan begitu didapati tersangka, petugas langsung dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan.

"Dari pemeriksaan, tersangka mengaku uang dolar tersebut saat ini siap edar di masyarakat. Jumlah dolar palsu yang kami sita sebanyak 1.000 dolar," imbuhnya.

Senada dengan Pitra, Kabidhumas Polda Jatim Trunoyudo mengatakan dari pengakuan tersangka, uang dolar palsu tersebut didapat dari temannya senilai Rp 8.000 per lembar dolar untuk dijual kembali.

"Sekilas memang mirip, namun ketika didalami dari segi bentuknya kasar dan hologramnya tak ada. Tersangka menjual kembali dolar tersebut dengan harga sekarang kalau ada yang membeli," jelasnya.

Trunoyudoi menjelaskan tersangka mengaku saat dilakukan pemeriksaan, sudah sempat menggunakannya, namun tidak laku. "Jadi dolar palsu itu belum sempat edar," jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sambung Trunoyudo, tersangka akan dijerat dengan Pasal 244 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan uang dengan sanksi pidana 15 tahun penjara. (wahyu/bus)