Kamis, 18 Januari 2018 | 09:02 WIB
Persekusi Ustaz Abdul Somad, Ormas Bali Dilaporkan ke Komnas HAM
Senin, 18 Desember 2017 | 19:09 WIB
-

Skalanews - Lembaga Adat Melayu Riau melaporkan dugaan persekusi sejumlah Ormas di Bali ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Persekusi itu menimpa Ustaz Somad yang dituding anti-Pancasila dan NKRI ketika akan berceramah di Bali pada awal Desember 2017 lalu.

Menurut kuasa hukum lembaga adat Riau, Kapitra Ampera ada empat Ormas dan tujuh orang yang dilaporkan ke Komnas HAM.

"Ini orang-orang yang kami laporkan dengan dugaan kejahatan kemanusiaan terhadap ustaz Somad," ujarnya di gedung Komnas HAM, Jakarta, Senin (18/12).

Keempat ormas itu yakni Laskar Bali, Ganaspati, PGN, dan Sandhi Murti. Sementara tujuh perseorangan yang dilaporkan yakni anggota DPD RI Arya Wedakarna, pimpinan perguruan Sandhi Murti I Gusti Agung Ngr Harta, anggota Sandhi Murti Arif, Mocka Jadmika, Jemima Mulyandari, Ketua PGN Gus Yadi alias Agus Priyadi, dan Sekjen Laskar Bali Ketut Ismaya.

Kapitra menyebutkan, jika kesemuanya itu diduga melanggar UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM yang mengatur bahwa setiap warga negara bebas bergerak di wilayah Indonesia tanpa rasa takut.

Namun, apa yang dilakukan mereka, kata Kapitra, terhadap ustaz Somad pada awal Desember lalu dianggap merampas kebebasan dan harkat martabat yang bersangkutan.

"Ustaz Somad merasa haknya dirampas sehingga dia tidak bebas mengeluarkan pendapat," katanya.

Dirinya pun menegaskan, laporan ini dilengkapi dengan sejumlah bukti rekaman video penolakan Ustaz Somad di Hotel Aston Bali dan sejumlah unggahan facebook Arya Wedakarna yang menyebut Ustaz Somad anti-Pancasila. (Bisma Rizal/bus)