Rabu, 12 Desember 2018 | 09:57 WIB
Usut Kasus Kondensat Lelet, MAKI Gugat Polri dan Jaksa Agung
Rabu, 20 Desember 2017 | 19:02 WIB
-

Skalanews - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menggugat Kapolri, Jaksa Agung dan juga KPK karena dinilai lelet dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi penjualan kondensat.

Diketahui kasus penjualan kondensat yang ditangani Polri melibatkan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

"Barusan hari ini, MAKI telah mendaftarkan gugatan Praperadilan melawan Kapolri, Jaksa Agung dan KPK atas berlarut-larutnya penanganan perkara korupsi Kondensat SKK Migas dan PT TPPI yang sedang ditangani Bareskrim Polri dengan Tersangka Raden Priyono, Honggo Wendratno dkk," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada wartawan, Rabu (20/12).

Alasan Polri dalam hal ini Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian digugat karena satuannya, Bareskrim Polri dianggap tidak mampu memenuhi petunjuk Jaksa Penuntut  Umum sehingga berkas perkara selalu dikembalikan oleh JPU.

"Jaksa Agung digugat karena bersalah dalam memberikan petunjuk kepada penyidik bersifat subyektif dan sulit dipenuhi oleh Penyidik Bareskrim. Jaksa Agung nampak ingin selalu mempersulit penyidik," tudingnya.

Adapun turut digugat yakni KPK karena membiarkan perkara berlarut-larut dan tidak mau mengambil alih perkara.

"Padahal dengan waktu hampir tiga tahun tidak selesai maka wajib bagi KPK untuk ambil alih," rincinya.

Dengan gugatan ini, MAKI berharap Kapolri dan Jaksa Agung mau buka-bukaan soal siapa yang sebenarnya tidak 'becus' dalam menangani perkara tersebut.

"Dengan gugatan ini maka Hakim akan menilai siapa yang sungguh-sungguh dan siapa yang menghambat," tutupnya.

Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Mohammad Iqbal mengatakan, penyidik telah menyelesaikan berkas perkara TPPI dengan membagi menjadi dua berkas.

"Pertama, berkas perkara dengan tersangka Raden Priyono dan Djoko Harsono. Kedua, berkas perkara dengan tersangka Honggo Wendratno," kata Iqbal dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (16/12) lalu.

Dalam waktu dekat rencananya penyidik dengan JPU akan melakukan gelar perkara ulang kasus ini.(Frida Astuti/dbs)