Rabu, 22 Mei 2019 | 14:43 WIB
Penumpang Tersiram Air Panas, Garuda Indonesia Dihukum Ganti Rugi Rp200 Juta
Selasa, 22 Januari 2019 | 20:29 WIB
David Tobing - [dok. skalanews]

Skalanews - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menghukum PT Garuda Indonesia (Persero) membayar ganti rugi kepada B.R.A. Koosmariam Djatikusumo sebesar Rp 200 juta.

Diketahui Koosmariam menggugat maskapai nasional itu atas insiden tumpahnya air panas di bagian dada yang menyebabkan penderitaan fisik.

Dalam sidang putusan yang dipimpin oleh Marulak Purba, Garuda dinyatakan melakukan perbuatan hukum dan harus mengganti kerugian immateriil kepada korban.

"Dikabulkannya ganti rugi immateril ini sangat beralasan mengingat peristiwa tersebut menimbulkan bekas luka di bagian dada yang tidak bisa hilang (cacat tetap)," kata kuasa hukum penggugat, David Tobing kepada Skalanews, Selasa (22/1).

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan bahwa tindakan pramugari Garuda menumpahkan air panas yang mengenai tubuh Penggugat merupakan bentuk perbuatan melawan hukum.

Akibat peristiwa tumpahnya air panas tersebut Penggugat mengalami rasa kesedihan dan kecewa yg menyiksa batin penggugat sebagai seorang perempuan bahkan dapat dipastikan bahwa keadaan itu telah merenggut rasa kesenangan hidup penggugat baik saat menderita sakit secara fisik hingga saat ini.

"Putusan ini bisa menjadi preseden baik dan dijadikan pembelajaran bagi seluruh maskapai agar kedepannya lebih berhati-hati dalam memberikan pelayanan guna melindungi hak-hak konsumen," sambungnya.

Menurut David, seharusnya Garuda berbuat aktif meringankan beban penderitaan penumpangnya dengan memberikan pengobatan yang maksimal mengingat luka yang diakibatkan tumpahnya air panas tersebut mengenai bagian dada penumpangnya.

"Meskipun gugatan kami dikabulkan, kami tetap membuka kemungkinan untuk mengajukan banding karena majelis hakim hanya mengabulkan sebagian dari gugatan yang kami ajukan yaitu ganti rugi immateriil sedangkan tuntutan kami mengenai ganti rugi materiil tidak dikabulkan," cetus David.

Sebelumnya penggugat menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp1.250.000.000,- (satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) dan ganti rugi immateriil sebesar Rp10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah).

Hal itu mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 77 Tahun 2011 Tentang Tanggung Jawab Pengangkutan Udara.

Gugatan bermula saat Koosmariam, penumpang maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-264 dengan rute dari Bandara Soekarno Hatta-Jakarta menuju Bandara Blimbingsari Banyuwangi tersiram air panas sebanyak dua kali saat pramugari menyajikan meal and beverage. Akibat insiden itu Koosmariam mengalami luka cacat.(Frida Astuti/dbs)