Selasa, 12 November 2019 | 16:27 WIB
Ingkar Janji Beri Hadiah, Grab Digugat Konsumen Lebih Rp2 Miliar
Rabu, 4 September 2019 | 08:40 WIB
ilustrasi - [ist]

Skalanews - Seorang konsumen Zico Leonard Djagardo Simanjuntak (Zico) menggugat PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Gugatan bernomor 527/PDT.G/2019/PN.Jkt.Pst ini bermula ketika Grab sebagai Tergugat I mengadakan program challenge (tantangan), dimana setiap konsumen dapat memilih berbagai jenis tantangan. Dan bagi yang telah menyelesaikan tantangan tersebut, maka Grab akan memberikan hadiah. Zico sebagai pengguna aplikasi Grab mengikuti tantangan Jugglenaut, yaitu naik Grab sebanyak 74 kali.

"Setelah menyelesaikan tantangan Jungglenaut, Zico mendapatkan notifikasi hadiah namun ternyata Zico tidak menerima hadiah yang dijanjikan tersebut, yaitu saldo OVO senilai Rp 1.000.000," ujar kuasa hukum Zico, David Tobing saat dikonfirmasi skalanews di Jakarta, Selasa (3/9)

David menambahkan setelah dilakukan pengecekan melalui aplikasi Grab, ternyata ada syarat dan ketentuan yang berubah secara tiba-tiba, dan perubahan tersebut didasari pencantumkan klausula baku berupa, "Grab berhak untuk mengubah Syarat dan Ketentuan tantangan tanpa pemberitahuan sebelumnya."

Tindakan Grab mengubah aturan secara sepihak, tegas David melanggar Pasal 18 ayat 1 huruf g Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Dan tindakan Grab yang tidak memberikan hadiah sebagaimana yang dijanjikan kepada Zico adalah perbuatan melawan hukum karena menjanjikan pemberian hadiah dengan maksud tidak memberikannya atau memberikan tidak sebagaimana yang dijanjikannya (melanggar Pasal 13 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Konsumen)

Bahkan, ujar David, Grab juga telah memuat konten yang dilarang dalam Surat Edaran Menkominfo Nomor 5 Tahun 2016 tentang Batasan dan Tanggung Jawab Penyedia Platform dan Pedagang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (Electronic Commerce) Yang Berbentuk User Generated Content, yaitu konten yang memiliki unsur ketidakjujuran.

Selain Grab, pihaknya juga menggugat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) sebagai Tergugat II karena tidak melakukan bimbingan dan pengawasan kepada Grab sehingga merugikan konsumen seperti Zico.

Dalam petitumnya, penggugat menuntut agar Grab memberikan ganti rugi materil kepada Penggugat sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) dan ganti rugi imateril sebesar Rp. 2.000.000.000 (dua miliar rupiah).

Serta, Grab untuk melakukan permintaan maaf dan memuatnya di media cetak harian Kompas dan Bisnis Indonesia sebesar setengah halaman dan di website resmi Grab selama 7 hari berturut-turut.

Tak hanya itu, Menteri Komunikasi dan Informatika diminta untuk mencabut izin terkait status Grab sebagai Penyedia Platform Melalui Sistem Elektronik.

David mengungkapkan jumlah ganti rugi imateril diadopsi dari denda maksimal yang dapat dikenakan atas pelanggaran ketentuan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, khususnya pelanggaran terhadap larangan pencantuman klausula baku yang dilarang yaitu sebesar Rp 2.000.000.000 (dua miliar rupiah), dan hukuman pencabutan izin juga sebagai hukuman tambahan yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Lebih lanjut David mengatakan bahwa tujuan gugatan ini selain untuk penegakan hukum juga untuk mengingatkan Grab agar melindungi hak-hak konsumen yang menggunakan platform/aplikasi miliknya.

"Kemungkinan ada banyak konsumen yang dirugikan dan tindakan Grab tersebut diduga telah memenuhi unsur pidana menurut UUPK maupun KUHP. Kami masih mencadangkan hak kami untuk melaporkan ke Kepolisian RI," pungkas David yang adalah juga Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI). (frida astuti/bus)