Kamis, 13 Desember 2018 | 06:22 WIB
Makanan Khas Melaka Meriahkan 'Melaka Week' di Jakarta
Sabtu, 22 September 2018 | 22:19 WIB
Makanan Khas Melaka Meriahkan Melaka Week di Jakarta - [Bonny D/Skalanews]

Skalanews -Malaysia baru saja meluncurkan produk wisata barunya yang dikemas dalam program "Tahun Melawat Melaka 2019" dengan mengusung tema "Melaka A Gateway to Historic Malaysia".

Berbagai acara untuk "Tahun Melawat Melaka 2019" pun sudah tersusun dengan rapi, mulai dari berbagai aktivitas pameran kebudayaan antar bangsa, pertunjukan seni,  pementasan musik, hiburan dan rekreasi dengan berbagai tema, hingga promosi aneka makanan khas Melaka.

Menurut YB Tuan Muhammad Jailani Bin Khamis selaku EXCO Pelancongan, Warisan & Kebudayaan Negeri Melaka, kegiatan ini bertujuan mempromosikan tahun melawat Melaka 2019. Terlebih,  Melaka juga bakal menjadi tuan rumah ajang Melawat Malaysia di tahun 2020.

Jailani juga menyebut Melaka sebagai salah satu wilayah dari Malaysia yang bersejarah dan sudah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia. Para penduduknya pun memiliki keunikan karena berasal dari berbagai budaya seperti Melayu, Cina, India, Portugis, Peranakan, dan Chitti.

"Di sana semua suku yang ada di Indonesia disebut Melayu. Bahkan orang-orang Madura pun di sana disebut Melayu," tutur Jailani dalam konferensi pers, Jumat (21/09).

Khusus promosi makanan khas Melaka, ajang ini telah digelar di Restoran Kicir-Kicir Hotel Santika Premier, Jakarta, dengan tema "Melaka Week" yang berlangsung sejak 21 hingga 23 September 2018. Di restoran berkelas internasional tersebut, masyarakat DKI Jakarta bisa menemukan aneka jajanan dan makanan khas Melaka.

Berbagai makanan khas Melaka yang bisa ditemui di ajang "Melaka Week" antara lain Asam Pedas Tetek Pokok Besar, Coconut Shake Klebang, Kuih Keria Antarabangsa Limbongan, Nasi Lemak Seri Tanjung, Nasi Goreng Kampung Pulau, Mee Goreng Kemuning, Nyonya Laksana Bihun, Sagu Gula Melaka, Cucur Udang Alor Gajah, dan lain-lainnya.

Melaka memang menjadi salah satu magnet wisata budaya di Malaysia. Kawasan ini memiliki banyak bangunan tua yang masih dipertahankan keasliannya. Belum lagi makanan-makanan aslinya yang jadi incaran para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Di ajang Tahun Melawat Melaka 2017 yang lalu, pihak Melaka mampu mendatangkan wisatawan sebanyak 17 juta, di mana sekitar 1,6 juta di antaranya merupakan wisatawan asal Indonesia. Sementara untuk ajang "Tahun Melawat Melaka 2019", pemerintah Malaysia menargetkan 20 juta turis yang datang mengunjungi event besar ini. [Bonny D/Bus] 


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar