Sabtu, 23 Maret 2019 | 02:17 WIB
BI Ingin Gandengkan Festival Kopi Papua-Pariwisata
Selasa, 19 Februari 2019 | 22:45 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mewacanakan untuk menggandengkan Festival Kopi Papua 2019 dengan kegiatan pariwisata agar menjadi sebuah rangkaian acara yang dapat menarik minat wisatawan.

"Kita punya kegiatan Festival Kopi Papua yang sudah disepakati bersama akan menjadi kegiatan rutin tahunan. Nanti akan kita rangkaikan dengan festival-festival lainnya yang ada di Papua. Festival-festival itu kalau menjadi satu rangkaian akan sangat bagus," ujar Kepala KPw BI Papua, Joko Supratikto, di Jayapura, Selasa (19/2).

Ia menyebut rencana penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2019 akan diselenggarakan pada Agustus 2019 dimana dalam waktu yang berdekatan sudah ada agenda pelaksanaan Festival Danau Sentani, Festival teluk Humbold, Festival Budaya Keerom dan Festival Lembah Baliem.

Menurut dia dari penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2018 sudah berdampak semakin meningkatnya industri kopi di Papua karena sudah semakin banyak orang di luar papua yang mengetahui kelebihan produk tersebut.

Karenanya pada pelaksanaan di tahun ini, BI akan berusaha membuat penyelenggaraan yang lebih besar dan dengan promosi yang lebih luas.

"Kalau tahun lalu yang lebih berperan adalah BI, BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Papua, nanti kita akan perluas lagi agar gaung dan acaranya lebih besar," kata dia.

Joko juga mengklaim BI bersama pemerintah daerah yang ada di Papua tengah berusaha mendorong pertumbuhan produksi kopi karena kini permintaannya dari luar daerah sudah mulai tinggi.

Tetapi ia juga berharap dari sisi perbankan bisa memberikan perhatian lebih pada pelaku usaha yang berkaitan dengan kopi. hal ini diperlukan agar ketika jumlah produksi kopi bisa ditingkatkan, maka sudah ada pasar yang bisa menyerap dan kesejahteraan para petani bisa meningkat.

"Kalau kami cendrung dari hulu (petani kopi) biar BI dan Pemda yang menangani, nanti perbankan lebih ke usaha di hilirnya, tapi sekali lagi ini tergantung dari kebijakan masing-masing bank," katanya. [antara/bus]


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar