Minggu, 23 Februari 2020 | 04:31 WIB
Kisah Pilu Lailal Mina Mahasiswi S2 Asal Pamekasan di Wuhan
Senin, 3 Februari 2020 | 02:06 WIB
Lailal Mina Firdaus saat berada di Wuhan, China - [ist]

Skalanews - Kisah pilu dituturkan Lailal Mina Firdaus (24), mahasiswa asal Kabupaten Pamekasan yang kini menempuh pendidikan S2 di Wuhan, China. Kisah ini diturunkan Firda, panggilan akrabnya, kepada Chandar Kirana, mantan gurunya di MAN 2 Pamekasan melalui pembicaraan media whatsapp, Minggu (2/2/2020).

Kepada Chandra, Firda mengisahkan pengalaman pilunya ketika bersama teman-temannya yang senasib ditengah merebaknya virus Corona yang mengakibatkan banyak korban di Wuhan, China.

"Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan S2 di Huazhong University of Science and Technology, jurusan Teaching Chinese, sekarang semester 2," tutur Firda kepada Chandra melalui whatsapp.

Chandra, guru mata pelajaran Biologi MAN 2 Pamekasan itu mengatakan muridnya beralamat di Desa Teja Timur Kabupaten Pamekasan.

"Firda menerima beasiswa dari Pemerintah China sejak September 2018. Dia terjebak di Wuhan bersama teman temannya dan harus terisolasi akibat wabah virus corona. Syukurlah, Firda ikut bersama rombongan mahasiswa Indonesia lainnya yang kini dievakuasi ke Natuna," papar Chandra.

Kepada Chandra, Firda menyampaikan, jika dia bersama teman-temannya dari Indonesia semua dalam kondisi sehat. "Kondisi saya saat ini alhamdulillah sehat, teman-teman WNI yang di sini juga Alhamdulillah baik-baik saja, tidak ada yang terkena virus," aku Firda kepada Chandra.

Saat di Wuhan, Firda yang lulus sarjana dari Universitas Brawijaya Malang merasa khawatir dengan kebutuhan sehari-hari. Karena Firda bersama teman-temannya dilarang keluar dari lingkungan apartemen untuk menghindari terenfeksi virus corona.

"Kami di sini mulai khawatir dengan kondisi kebutuhan logistik yang mulai menipis, karena di sekitar apartemen tempat tinggal saya hanya 1 atau 2 toko saja yang buka. Itupun kalau ada bahan makanan, pembeli harus berebutan, namun sering juga gak kebagian. Masker juga mulai langka di sini," beber Firda.

Firda yang tinggal di apartemen dalam kampus membeli bahan makanan dan menyimpannya untuk kebutuhan beberapa hari.

Untuk makanan, Firda mengaku menyimpan persediaan lebih untuk dimasak sendiri di apartemen. Persediaan makanan itu dibelinya dari toko terdekat dari apartemen yang berada dalam lingkungan kampusnya.

Ditambahkan Firda, bahwa dengan kondisi tersebut Pemerintah China mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Pemerintah China, kata Firda, sudah mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. "Alhamdulillah, Firda kabarnya saat ini sudah dievakuasi ke Natuna bersama teman-temannya," kata Chandra Kirana menutup penuturan percakapan Firda kala di Wuhan, China. (Arif Purba/bus)


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar