Jumat, 25 Mei 2018 | 10:38 WIB
Tren Marketplace Diperkirakan Bakal Surut, Ini Penyebabnya
Sabtu, 10 Februari 2018 | 06:45 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Pakar informasi dan teknologi (IT) Ludo Lustrous memproyeksikan tren marketplace yang berkembang pesat dalam beberapa waktu terakhir ini bakal surut dalam 10 tahun ke depan.

Ludo yang juga Direktur Utama perusahaan layanan IT PT Karl Wig dalam acara Pelatihan Vocational Berbasis E-Commerce di Bogor, Jumat (9/2) mengatakan masa kejayaan marketplace hanya akan berumur tidak kurang dari 10 tahun ke depan.

"Satu dekade lagi akan berkembang sesuatu yang lebih besar dari sekedar marketplace, karena dampak inovasi mesin pencari yang semakin luas dan signifikan," kata Praktisi IT dari Lamikro itu.

Menurut dia, mesin pencari cenderung akan menjadi "penguasa" di dunia maya karena mesin pencari itulah yang memiliki potensi untuk lebih banyak digunakan ketimbang marketplace ke depan.

Terlebih kini, perusahaan raksasa mesin pencari misalnya Google juga hampir pasti sedang terus mengembangkan inovasi-inovasinya.

"Kemungkinan akan ada main broker di atas marketplace yang transaksinya melibatkan bisnis besar ke bisnis besar," katanya.

Oleh karena itu, Ludo menyarankan untuk para pebisnis atau start up (pemula) sebaiknya mulai dari saat ini sudah mengembangkan website mandiri untuk bisnisnya dan tidak sekedar mengandalkan pemasaran melalui marketplace.

Ia mengatakan, ke depan konsumen akan lebih mudah teryakinkan oleh bisnis yang telah memiliki website atau online shop sendiri.

"Kalau sebuah usaha sudah punya website sendiri akan lebih dipercaya pelanggan dan dianggap benar-benar serius mengembangkan platform onlinenya. Kalau sudah dipercaya oleh pelanggan pasti akan lebih mudah untuk berkembang," katanya.

Ia menekankan perlunya bagi startup untuk juga memiliki company profile, rencana bisnis, perencanaan keuangan, dan sumber daya manusia yang baik.

Ludo mencatat berdasarkan data IlmuOneData (2017) e-commerce atau marketplace terbaik 2017 di Indonesia yakni Lazada Indonesia, MatahariMall, Blibli, Zalora Indonesia, JD Indonesia, Tokopedia, Elevenia, Shopee, Bukalapak, dan Qoo10.

Untuk menang dalam persaingan pasar di marketplace-marketplace tersebut, Ludo menyarankan startup atau pebisnis pemula untuk selalu menggunakan testimoni atau endorsement untuk produknya, menggunakan hastag atau tanda pagar, dan menggunakan SEO (Search Engine Optimization).

Sementara itu,Asisten Deputi Peran Serta Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM Haryanto mengatakan pihaknya menyambut baik upaya peningkatan dan pembekalan startup agar bisnisnya semakin berkembang terlebih melalui e-commerce.

Ia pun mendorong calon wirausaha untuk memulai usaha mereka dari peluang-peluang yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

"Bisnis itu biasanya dimulai dari hobi bisa dari kuliner, salon, butik, apapun bisa. Sesuaikan dengan hobi baru kemudian susun rencana bisnisnya," katanya. (bus/antara)


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar