Jumat, 18 Januari 2019 | 16:43 WIB
Sensor Water Level Buatan BMKG Dipasang di Ujung Kulon
Kamis, 3 Januari 2019 | 15:57 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan memasang sensor pengukur ketinggian air (water level) di Ujung Kulon, Banten.

Kepala Pusat Instrumentasi Kalibrasi dan Rekayasa BMKG Hanif Andi Nugraha mengatakan bahwa sensor water level itu asli buatan SDM BMKG.

"Semua peralatan yang dipasang merupakan karya SDM muda BMKG," kata Hanif di Jakarta, Kamis (3/1), seperti dikutip dari antaranews.com.

Sensor water level, lanjut Hanif, kini sudah dipasang di beberapa lokasi, seperti di dermaga Pulau Sebesi Lampung Selatan dan di wilayah Labuhan Banten tepatnya di PLTU Labuhan, Banten, pascatsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018.

Fungsi sensor tersebut kata Hanif, untuk mengukur kedalaman laut atau perairan di sekitar dermaga atau pelabuhan.

Alat tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan konfirmasi perubahan ketinggian air laut ketika terjadi tsunami.

"Intinya alat ini adalah bagian dari alat automatic weather station yang sudah ada sejak tiga tahun lalu dipasang di 16 dermaga penyeberangan dan pelabuhan," kata Hanif.

Dari 16 dermaga yang sudah dipasang sensor tersebut, dua diantaranya dipasang di Dermaga Penyeberangan Merak dan Bakauheni.

Hanif menjelaskan bahwa sensor water level menggunakan sensor berupa tipe ultrasonic yang dapat menghitung seberapa kecepatan dari objek yang dilepaskan (berupa sinyal frekuensi) yang bersifat stasioner untuk mengukur ketinggian permukaan air laut.

Selanjutnya kata Hanif, data perekaman dari sensor water level akan dikirimkan langsung ke server BMKG, dan update setiap satu menit sekali untuk mengetahui ketinggian air permukaan laut di wilayah tersebut.

Lalu, data tersebut akan diolah menjadi produk dalam bentuk grafik. Dari sinilah, terlihat jenis gelombang.

Grafik akan terlihat berbeda ketika menggambarkan gelombang pasang surut dengan gelombang tsunami, karena gelombang tsunami akan terlihat lebih signifikan di bandingkan gelombang pasang surut biasa.

"Dalam waktu dekat kita juga berencana memasang alat serupa di sisi barat Krakatau di sekitar Lampung," pungkas Hanif. [antara/bus]


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar