Kamis, 21 November 2019 | 05:51 WIB
Internasional
AS Alami Lonjakan Lapangan Pekerjaan
Sabtu, 5 Maret 2016 | 22:09 WIB
(ilustrasi) - (ist)

Skalanews - Lonjakan lapangan pekerjaan AS pada Februari, tanda terjelas dari penguatan pasar tenaga kerja, lebih lanjut dapat mengurangi kekhawatiran ekonomi sedang menuju resesi dan memungkinkan Federal Reserve secara bertahap menaikkan suku bunga tahun ini.

Ekonomi AS menambahkan 242.000 pekerjaan pada bulan lalu dan 30.000 pekerjaan lebih banyak ditambahkan pada Desember serta Januari daripada yang dilaporkan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Jumat.

Tingkat pengangguran bertahan di tingkat terendah delapan tahun 4,9 persen, sekalipun lebih banyak orang masuk ke dalam pasar tenaga kerja.

"Meskipun ada kepanikan di Wall Street tentang akan terjadinya resesi, Main Street menjalankan bisnis seperti biasanya. Laporan ini akan mendapat perhatian The Fed, dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga tidak terlalu lama lagi," kata Scott Anderson, kepala ekonom di Bank of the West di San Francisco.

Satu-satunya noda dalam laporan itu adalah penurunan tiga persen pada rata-rata pendapatan per jam, yang sebagian mencerminkan kekhasan kalender dan proliferasi pekerjaan ritel dan restoran yang bergaji rendah. Rata-rata lama hari kerja bulan lalu juga jatuh.

Laporan ketenagakerjaan ditambahkan ke data seperti pengeluaran konsumen dan bisnis yang menunjukkan perekonomian AS telah memperoleh kembali momentum setelah pertumbuhan melambat ke tingkat tahunan satu persen pada kuartal keempat.

Perkiraan pertumbuhan untuk kuartal pertama sekitar 2,5 persen, namun risiko-risiko miring ke sisi negatifnya setelah laporan dari Departemen Perdagangan pada Jumat menunjukkan defisit perdagangan melebar 2,2 persen menjadi 45,7 miliar dolar AS pada Januari.

Para ekonom telah memperkirakan lapangan kerja meningkat 190.000 pada bulan lalu dan tingkat pengangguran bertahan stabil.

Saham-saham AS diperdagangkan lebih tinggi karena data tersebut, sedangkan harga untuk surat utang negara AS jatuh. Dolar tergelincir terhadap sekeranjang mata uang di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan upah.

Kekhawatiran resesi di tengah laporan ekonomi buruk pada Desember dan pelambatan pertumbuhan di Tiongkok memicu kemunduran di pasar saham global pada awal tahun ini, menyebabkan kondisi-kondisi pasar keuangan mengetat.

Meskipun pasar-pasar keuangan telah mengesampingkan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan Fed 15-16 Maret, mereka sekarang melihat peluang sekitar 50 persen peningkatan suku bunga pada pertemuan September dan November, menurut CME FedWatch.

Tetapi para ekonom percaya pasar kerja yang kuat dan meningkatnya prospek pertumbuhan, bersama-sama dengan tanda-tanda bahwa inflasi merangkak naik, bisa mendorong bank sentral AS untuk mengangkat suku bunga pinjaman pada Juni.