Selasa, 19 Februari 2019 | 06:05 WIB
Internasional
Beda Pendapat dengan Trump, Merkel Sebut ISIS Belum Dikalahkan
Sabtu, 9 Februari 2019 | 15:18 WIB
Kanselir Jerman, Angela Merkel - [ist]

Skalanews - ISIS masih belum dikalahkan, dan malah menerapkan pola peperangan asimetris setelah kehilangan hampir seluruh wilayahnya di Suriah, kata Kanselir Jerman Angela Merkel pada Jumat (8/2).

Pernyataan Merkel yang diucapkan saat peresmian markas badan intelijen luar negeri BND tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donal Trump yang menyebut bahwa kelompok gerilyawan itu sudah dikalahkan.

"ISIS, sudah terusir dari wilayah mereka, sayangnya ini bukan berarti ISIS telah musnah," kata Merkel. "Mereka berubah menjadi pasukan dengan pola peperangan asimetris. Dan hal ini tentu saja, menjadi sebuah ancaman."

Kanselir dari kubu konservatif itu mengatakan pemantauan situasi di Suriah menjadi salah satu prioritas utama BND, selain melacak ancama siber serta berita bohong yang ditujukan untuk memengaruhi pemilu yang demokratis.

Pada Rabu (6/2), Trump mengatakan dia berharap dapat menyampaikan pengumuman resmi paling cepat pekan depan bahwa koalisi yang memerangi kelompok gerilyawan itu berhasil merembut semua wilayah yang mereka kuasai.

Pada Desember, Trump menulis di Twitter bahwa kelompok itu berhasil "dikalahkan."

Trump ingin menarik pasukan AS dari Suriah pada akhir April. Namun, rencana itu memicu kekhawatiran sekutu-sekutu Eropa bahwa ISIS bisa muncul kembali di Suriah di tengah ketiadaan rencana perdamaian yang kredibel untuk mengakhiri perang saudara di negara itu.

"Kita masih jauh dari perdamaian di Suriah," kata Merkel. Perdana menteri Jerman itu menuai simpati dari lebih dari 550.000 warga Suriah yang mengungsi di Jerman.

Pada 2015, Merkel membuka perbatasan Jerman bagi hampir satu juta pencari suaka asal Suriah.

Markas baru BND akan menjadi kantor pusat bagi 4.000 pegawai badan intelijen itu, yang akan pindah dari kantor pusat saat ini di Munchen.

Konstruksi besar BND yang terletak di Distrik Mitte di Berlin, membutuhkan waktu hampir 10 tahun untuk diselesaikan dan menelan biaya lebih dari 1,4 miliar euro (sekitar Rp22,2 triliun).

Gedung BND itu berdiri di atas lahan seluas 10 hektar dan memiliki ruang perkantoran seluas 260.000 meter per segi.(antara/dbs)