Selasa, 19 November 2019 | 18:03 WIB
Korupsi
KPK Cecar Pihak Swasta untuk Suap Dewie Yasin Limpo
Rabu, 28 Oktober 2015 | 14:58 WIB
-

Skalanews - KPK memanggil pihak swasta, yaitu Emir Faisal Rahman guna penyidikan kasus dugaan suap terkait usulan anggaran pembangunan Pembangkit Listrik Micro Hydro di Kabupaten Dieyai, Papua, tahun anggaran 2016.

Menurut Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, keterangan Emir nantinya akan menjadi bahan pemberkasan untuk anggot DPR Dewie Yasin Limpo.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DYL," ujar Yuyuk saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Rabu (27/10).

Namun, Yuyuk enggan menyebutkan perusahaan tempat Emir bekerja dan apa kaitannya dengan kasus tersebut.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (20/10) lalu, Dewie ditangkap lantaran diduga menerima uang suap sebesar 177.700 dolar Singapura yang disimpan dalam bungkus makanan ringan. Uang itu disebut terkait pembahasan anggaran di APBN untuk tahun 2016.

Proyek yang dimaksud yaitu proyek pembangkit listrik tenaga Micro Hidro di Kabupaten Deiyai, Papua. Untuk proyek tersebut anggarannya masuk di pos Kementerian ESDM.

KPK memastikan 5 orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. Kelima tersangka yang dimaksud yaitu Dewie Yasin Limpo (DYL), Rinelda Bandaso (RB), dan Bambang Wahyu Hadi (BWH) selaku penerima, serta dua orang lainnya yaitu Setiadi (SET) dan Iranius (IR) selaku pemberi.

Sementara 2 orang yang dilepas yaitu Devianto (DEV) selaku ajudan Setiadi dan seorang driver mobil rental. (Bisma Rizal/Bus)