Kamis, 12 Desember 2019 | 22:49 WIB
Korupsi
Setelah Cek Fisik, Kasus e-KTP Naik ke Penuntutan
Rabu, 4 November 2015 | 16:13 WIB
Johan Budi SP - [Deni Hardimansyah/Skalanews]

Skalanews - Plt Pimpinan KPK Johan Budi menyatakan pihaknya akan segera menyelesaikan proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Menurut Johan, berkas penyidikan tersebut dilimpahkan ke penuntutan setelah proses cek fisik alat rekam KTP elektronik

"E-KTP sedang melihat cek fisik, kemarin yang sampai ke NTB. Itu tadi sudah hampir selesai cek fisiknya. Apa yang dilakukan setelah itu?  Setelah itu iya menaikkan ke proses penuntutan, kemudian dikembangkan," kata Johan saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/11).

Johan menambahkan, cek fisik alat pembuat e-KTP ini penting. Karena, lembaga anti korupsi itu membutuhkan data otentik dan valid untuk menghitung jumlah kerugian negara.

"Ini sedang dikembangkan, sekarang cek fisik itu. Apa sih tujuannya cek fisik? Untuk melihat sejauh mana kerugian negara itu secara pasti," jelas Johan.

Selama sebulan ini, lanjut Johan, satgas penyidik yang menangani kasus e-KTP memang menyebar ke beberapa daerah untuk melakukan tes fisik alat e-KTP di kecamatan-kecamatan.

Bahkan saat melakukan perjalanan untuk cek fisik ini, ketua satgas penyidik e-KTP Novel Baswedan mengalami kecelakaan hingga harus dirawat. Kepala Novel terluka dan harus mendapatkan jahitan.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan satu tersangka, yakni Sugiharto yang hingga kini belum ditahan. KPK kemungkinan juga akan membidik tersangka lain yang merupakan pejabat tinggi di Kemendagri. (Bisma Rizal/Bus)