Senin, 9 Desember 2019 | 12:26 WIB
Korupsi
Politisi PAN Ikut Usulkan Proyek PLTMH di Deiyai
Kamis, 5 November 2015 | 01:27 WIB
Mulyadi usai diperiksa penyidik KPK, Rabu (4/11) - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Wakil Ketua Komisi VII DPR, Mulyadi mengeluarkan pernyataan tertulis usai menjalani penyidikan KPK terkait kasus dugaan suap yang menjerat anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Hanura, Dewie Yasin Limpo.

Ia menjelaskan bahwa Dewie dan Jamaluddin Jafar pernah mengusulkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga micro hydro (PLTMH) di Deiyai, Papua.

"Kesaksian saya, Jamal bersama DYL sama-sama mengusulkan proyek Deiyai tersebut," kata Mulyadi dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (4/11).

Yang dimaksud Mulyadi adalah saat rapat dengan Menteri ESDM Sudirman Said. Dimana, Jamal adalah anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PAN yang juga anggota Badan Anggaran DPR.

Dalam risalah rapat, 8 April lalu. Jamal menyebutkan, bahwa pembangkit listrik Micro Hydro layak untuk dibangun di Deiyai.

Namun, Jamaluddin mengatakan dia hanya memberi gambaran soal kondisi wilayah Deiyai yang hanya bisa dimasuki pembangkit listrik tenaga air skala kecil.

"Memberi masukan bahwa daerah Papua itu umumnya ada potensi untuk pembangkit listrik dari tenaga air karena banyak sungai-sungai kecil. Itu dalam rapat terbuka di komisi bulan April lalu," ujarnya.

Seperti diketahui Dewie Yasin Limpo ditangkap KPK di Bandara Soekarno-Hatta pada 20 Oktober lalu terkait dugaan penerimaan suap untuk proyek mikro hydro di Kabupaten Deiyai, Papua. Bersama penangkapannya, diamankan pula uang bukti sebesar 177.700 dolar Singapura. (Bisma Rizal/bus)